CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto memastikan seluruh prajurit di bawah komandonya memilih tidak mudik Lebaran.
Mereka tetap bersiaga di pos masing-masing untuk menjaga keamanan di wilayah Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan Lucky usai mengikuti Salat Id bersama ratusan prajurit dan menyerahkan hewan kurban di Masjid An-Nur Mayon Batalyon 754 Timika, Papua Tengah.
Menurut Lucky, merayakan hari besar keagamaan jauh dari rumah bukan hal baru. Sebagian besar personel TNI telah beberapa kali melewatkan Lebaran di ufuk timur Indonesia bersama rekan kerja dan warga lokal.
Bahkan, banyak di antara mereka yang belum pulang ke kampung halaman sejak beberapa tahun lalu.
Meski mendapat kesempatan untuk mengambil cuti Lebaran, para prajurit di Satuan Tugas (Satgas) TNI, termasuk Pangkogabwilhan III dan pejabat utamanya, memilih untuk tetap berada di daerah operasi.
Lucky menegaskan, meski dirayakan secara sederhana dan jauh dari sanak saudara, setiap prajurit di Bumi Cendrawasih tetap merasakan kehangatan hari raya.
Bagi mereka, Lebaran di daerah penugasan yang penuh tantangan memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar perayaan.
"Momen ini menjadi simbol keteguhan hati, pengabdian, serta persaudaraan antar-sesama prajurit dan masyarakat”
“Di tanah Papua, para personel melebur menjadi satu keluarga besar yang saling berbagi cerita, makanan sederhana, dan doa bersama untuk mengobati rasa rindu," kata Lucky dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Kamis (28/5/2026).
Bagi para prajurit, esensi perayaan ini adalah menjadikan setiap tempat tugas sebagai rumah, dan menempatkan masyarakat setempat sebagai keluarga yang wajib dijaga serta disejahterakan.
Rasa rindu pada keluarga dinilai tidak melemahkan semangat, melainkan menjadi motivasi tambahan dalam mengemban tugas.
Lucky menambahkan bahwa hari raya ini juga berfungsi sebagai jembatan kemanusiaan untuk mempererat hubungan dan berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar.
Langkah ini mempertegas bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai saudara dan pelindung masyarakat. (*)
Editor : Elfira Halifa