Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Wahyu Welerubun • Rabu, 29 April 2026 | 11:31 WIB
Potret lokasi bencan longsor yang memutus akses jalan di Distrik Tembagapura, tepatnya di Kampung Waa Banti-Kimbeli. (CEPOSONLINE.COM/Istimewa).
Potret lokasi bencan longsor yang memutus akses jalan di Distrik Tembagapura, tepatnya di Kampung Waa Banti-Kimbeli. (CEPOSONLINE.COM/Istimewa).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA— Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan di Distrik Tembagapura. Dua unit rumah adat Honai dilaporkan hanyut tersapu aliran air yang meluap.

Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Sabtu, 25 April 2026 menjadi pemicu utama rusaknya akses jalan di Kampung Waa Banti–Kimbeli. Bencana ini kini mengancam permukiman warga dan fasilitas publik.

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengonfirmasi bahwa selain bangunan yang hanyut, terdapat empat Honai lainnya yang dalam kondisi miring dan terancam ambruk.

“Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu menjadi pemicu utama longsor di wilayah tersebut,” ujar Iptu Firman saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Situasi dilaporkan memburuk pada Senin malam, 27 April 2026. Longsor susulan kembali terjadi tepat di depan Rumah Sakit (RS) Waa Banti, sebuah fasilitas kesehatan vital bagi masyarakat pegunungan Mimika.

“Senin malam kembali terjadi longsor susulan di depan rumah sakit. Ini informasi yang kami terima pagi tadi,” jelasnya.

Titik kritis kini membayangi RS Waa Banti. Jarak antara bibir longsor dengan bangunan rumah sakit hanya tersisa sekitar lima meter. Jika pergerakan tanah terus berlanjut, gedung medis tersebut berisiko besar runtuh.

Pihak kepolisian telah menginstruksikan warga di sekitar bibir sungai untuk segera mengungsi. Pemerintah Distrik Tembagapura juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa tenda pengungsian.

“Kemarin Kadistrik Tembagapura Def Tatiratu sudah memberikan tenda itu 20 untuk ini masyarakat, kasih sumbangan buat masyarakat itu,” ujarnya.

Hingga saat ini, akses transportasi utama masih terputus. Meski upaya perbaikan tengah diupayakan oleh otoritas terkait, warga terpaksa melintasi jalur darurat yang berisiko tinggi.

“Jalan kaki masih bisa. Jalan setapak di pinggir itu sisa-sisa longsor itu Pak. Masih kemarin pakai tali itu.”

Pemerintah Kabupaten Mimika kini menggandeng tim teknis PT Freeport Indonesia untuk menangani kerusakan infrastruktur. Tim gabungan dari Dinas PUPR, BPBD, dan Dinas Kesehatan juga telah berada di lokasi untuk mitigasi dampak bencana.

Otoritas keamanan turut melibatkan tim geoteknik guna menganalisis stabilitas tanah. Hal ini krusial mengingat data cuaca memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur wilayah Tembagapura dalam lima hari ke depan.

Warga diimbau untuk tetap waspada penuh terhadap potensi longsor susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu di tengah kondisi tanah yang labil.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#longsor #mimika