CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Korban pembunuhan di Jalan WR Soepratman, Mimika, Papua Tengah, pada Minggu 29 Maret 2026 lalu hingga kini masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.
Meninggalnya Junius M. Janempa meninggalkan luka bagi keluarga dekat dan kerabatnya.
Tokoh Pemuda Kwamki Narama sekaligus keluarga terdekat korban, Awen Magai, menyampaikan bahwa pihak keluarga berencana untuk melakukan prosesi pemakaman jenazah pada hari ini.
Namun, dengan syarat bahwa pihak aparat keamanan beserta pemerintah daerah harus tiba di lokasi dan bersama-sama melakukan pernyataan sikap bahwa insiden meninggalnya mendiang Junius menjadi titik akhir dari segala bentuk konflik komunal di Distrik Kwamki Narama dan Kabupaten Mimika secara luas.
“Kami siap memakamkan jenazah hari ini, namun kami meminta pemerintah dan aparat keamanan hadir untuk membuat pernyataan sikap bersama. Kami ingin memastikan bahwa setelah kematian saudara kami, tidak ada lagi perang balas dendam di Mimika," ujar Awen di RSUD Mimika.
Awen menyoroti pola kekerasan yang terus berulang dan meminta pihak kepolisian untuk lebih proaktif. Menurutnya, komunikasi antara warga dan aparat keamanan selama ini dinilai belum berjalan maksimal.
"Kami terjebak dalam situasi yang tidak kami ketahui, padahal korban tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Kami meminta keamanan lebih tegas," tambahnya.
Keluarga menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk provokasi yang mengaitkan insiden ini dengan konflik antar-kelompok.
Mereka sepenuhnya menyerahkan kasus ini kepada hukum formal dan mendesak identitas serta motif pelaku segera diungkap ke publik.
Awen pun mendesak kepolisian segera menangkap pelaku dan memprosesnya sebagai tindak pidana murni, bukan masalah adat.
Sementara itu, satu jenazah korban pembunuhan lainnya yang terjadi pada Minggu dini hari di Distrik Kwamki Narama kabarnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima media ini, belum diketahui secara pasti apakah korban akan dimakamkan atau dilakukan prosesi pembakaran mayat secara adat di Kwamki Narama.
Di sisi lain, berkaitan dengan dua kasus pembunuhan ini, aparat kepolisian belum memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan pengungkapan para pelaku pembunuhan. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser