Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Polisi Masih Dalami Peristiwa Pembakaran Excavator di Jalan Trans Nabire Papua Tengah

Wahyu Welerubun • Selasa, 23 September 2025 | 16:08 WIB
Kondisi excavator setelah dibakar OTK. (Dok prbadi).
Kondisi excavator setelah dibakar OTK. (Dok prbadi).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Kepolisian Resor (Polres) Mimika masih terus mendalami peristiwa pembakaran alat berat di Jalan Trans Nabire oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang terjadi pada Rabu malam, 17 September 2025.

Hal ini disampaikan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, saat dikonfirmasi, Selasa (23/9/2025). 

“Yang alat berat sementara kita pendalaman terhadap saksi korban,” kata Kapolres Mimika.

“Untuk OTK ini ciri-cirinya tiga orang menggunakan kendaraan Hilux warna silver, menggunakan parang. Masih, masih kita (kepolisian,red) dalami,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, satu unit excavator dilaporkan dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Jalan Trans Nabire, tepatnya di Camp karyawan salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Jumat (19/9/2025), peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 17 September 2025.

Excavator tersebut menurut informasi disewa oleh salah satu perusahaan kontraktor untuk proyek pembuatan jalan di Jalan Trans Nabire.

Awalnya, pada Rabu 17 September 2025 sekira pukul 23.40 WIT seorang penjaga Camp bernama Budi melihat dua orang pria tidak dikenal berdiri di depan pintu camp.

Budi lalu menegur kedua pria itu dengan kalimat “sedang bikin apa?”. Namun, kedua pria tersebut malah membentak dan menganiaya Budi dengan cara memukul dengan menggunakan tangan kosong hingga Budi terjatuh.

Sesudah itu, kedua pria tak dikenal itu lalu menendang Budi di bagian punggung. Budi lantas berteriak dan meminta agar rekannya yang juga merupakan sesama penjaga Camp (biasa disapa Pakde) untuk lari menyelamatkan diri. 

Mendengar teriakan dari rekannya, Pakde pun sempat mengintip ke area luar Camp melalui jendela.

Saat itu, terlihat seseorang lainnya sedang berdiri di samping excavator sambil memegang senjata tajam, dengan kondisi alat berat yang sudah terbakar.

Melihat pemandangan itu, Pakde lalu mengemas barang-barangnya dan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri bersama dengan Budi.

Sekitar pukul 00.20 WIT, Budi dan Pakde berhasil menjauh dari lokasi Camp, mereka pun menghubungi rekan mereka yang berada di Kota Timika untuk menjemput karena telah terjadi insiden tersebut.

Kemudian, pada pukul 01.00 WIT, pegawai perusahan kontraktor tempat Budi dan Pakde bekerja bertemu dengan keduanya dan mengantar keduanya ke Timika.

Pukul 01.30 WIT, tiga orang karyawan perusahaan kontraktor tempat Budi dan Pakde bekerja mendatangi kantor Polsek Kuala Kencana untuk melaporkan kejadian tersebut.

Namun, pada pukul 02.30 WIT, ketiga karyawan tersebut diarahkan untuk membuat laporan polisi di Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika. (*)

Editor : Gratianus Silas
#excavator #mimika #Ceposonline.com