Tak Kunjung Ditemukan,  Pencarian ABK KM Jaya AJJ 02 yang Jatuh di Laut Arafura Ditutup

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 07:27 WIB
Tim SAR saat melakukan upaya pencarian terhadap ABK KM Jaya AJJ 02 bernama Rofik (27) yang dilaporkan terjatuh di perairan Laut Arafura, namun tak kunjung ditemukan 
(CEPOSONLINE.COM/HUMAS SAR MERAUKE)
Tim SAR saat melakukan upaya pencarian terhadap ABK KM Jaya AJJ 02 bernama Rofik (27) yang dilaporkan terjatuh di perairan Laut Arafura, namun tak kunjung ditemukan  (CEPOSONLINE.COM/HUMAS SAR MERAUKE) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Jaya AJJ 02 bernama Rofik (27) yang dilaporkan terjatuh di perairan Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, resmi ditutup pada Minggu (1/11/2026).

Penutupan operasi SAR tersebut dilakukan setelah tim SAR gabungan melaksanakan pencarian secara maksimal, namun korban belum berhasil ditemukan atau dinyatakan nihil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi  menjelaskan bahwa keputusan penutupan operasi diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek di lapangan, termasuk upaya penyisiran melalui jalur laut dan darat.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut dari Kampung Mooi serta jalur darat melalui Pos SAR Okaba menuju titik terakhir korban diketahui berada atau Last Known Position (LKP).

"Hingga sore kemarin, seluruh upaya pencarian intensif yang melibatkan unsur Basarnas Merauke, SROP Merauke, Bakamla Merauke, Polsek Kimam, KM Jaya AJJ 01, serta masyarakat setempat telah dilaksanakan secara optimal. Namun, korban belum berhasil ditemukan dan hasil pencarian dinyatakan nihil," kata Rudi, Senin (2/10/2026).

Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, SROP Merauke, Bakamla Merauke, Polsek Kimam, unsur kapal serta masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari luasnya wilayah perairan Laut Arafura hingga kondisi cuaca di lokasi.

Cuaca sempat diwarnai hujan lokal serta angin dengan kecepatan 10 hingga 35 kilometer per jam yang turut menjadi tantangan bagi tim dalam melakukan penyisiran.

Basarnas Merauke juga telah melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak keluarga korban serta agen kapal terkait penghentian operasi pencarian tersebut.

Meski operasi SAR resmi ditutup, Basarnas Merauke menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur potensi SAR, instansi terkait serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dan mengerahkan tenaga maupun sarana prasarana selama proses pencarian berlangsung.
(*)

Editor : Agung Trihandono
Merauke sar tenggelam abk