CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Selatan menggelar diskusi panel bertajuk The Electoral System Design dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi lanjutan dari bedah buku yang sebelumnya dilaksanakan di Universitas Musamus Merauke.
Diskusi panel tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan literasi kepemiluan, mengevaluasi dinamika pemilu, serta mengkaji berbagai sistem pemilu yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan kepemiluan di Indonesia.
Ketua KPU Provinsi Papua Selatan Theresia Mahuze menjelaskan, kegiatan kali ini merupakan kelanjutan dari bedah buku seri pertama yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Namun, format kegiatan diubah menjadi diskusi panel agar peserta dapat berbagi pengalaman dan bertukar pandangan mengenai sistem pemilu.
Menurutnya, sistem pemilu tidak hanya berkaitan dengan bagaimana suara dihitung, tetapi juga bagaimana suara rakyat dapat menghasilkan keterwakilan yang bermakna dalam lembaga perwakilan.
Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami berbagai sistem pemilu, mulai dari sistem pluralitas atau mayoritas, sistem representasi proporsional, hingga sistem campuran.
Materi diskusi mengacu pada panduan internasional mengenai desain sistem pemilu yang diterbitkan International IDEA. Panduan tersebut menjadi bahan kajian untuk memahami pilihan sistem pemilu beserta implikasinya terhadap proses demokrasi dan keterwakilan masyarakat.
Theresia Mahuze berharap diskusi ini dapat memperkaya pemahaman penyelenggara pemilu dan para pemangku kepentingan mengenai berbagai pilihan sistem pemilu, sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia.
Theresia Mahuze menjelaskan, diskusi panel ini melibatkan jajaran KPU kabupaten di wilayah Papua Selatan, Bawaslu, pengurus partai politik, serta berbagai organisasi yang berkepentingan dengan penyelenggaraan pemilu.
Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan tersebut juga dapat diikuti oleh jajaran KPU provinsi dan kabupaten dari luar Papua Selatan melalui pertemuan daring menggunakan Zoom.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dalam membahas sistem pemilu, khususnya mengenai bagaimana mekanisme pemilu dapat memberikan ruang keterwakilan yang adil bagi masyarakat.
Selain meningkatkan literasi kepemiluan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya KPU membangun ruang diskusi yang konstruktif untuk membahas dinamika dan tantangan penyelenggaraan pemilu.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser