Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA di Puskesmas Mopah Baru Naik hingga 40 Persen

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Seberina Wiratwanti

(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Seberina Wiratwanti (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah pelayanan Puskesmas Mopah Baru, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mengalami peningkatan signifikan. 

Pada September 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 431, naik sekitar 30-40 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Puskesmas Mopah Baru, Seberina Wiratwanti, mengatakan berdasarkan data pelayanan kesehatan, kasus ISPA pada Juli tercatat sebanyak 332 kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi  350 kasus pada Agustus, kemudian kembali naik menjadi 431 kasus pada September.

“Ini meningkat cukup signifikan. Dari bulan Juli itu di angka 332, bulan Agustus 350-an, sekarang ini sudah di 431 di bulan September,” ungkap Seberina saat ditemui media ini, Rabu (14/10/2026) 

Ia menjelaskan, peningkatan kasus pada Agustus ke September jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada Juli ke Agustus. 

Jika sebelumnya kenaikan hanya sekitar 10 persen, pada periode berikutnya meningkat hingga 30 sampai 40 persen.

Menurut Seberina, pihaknya juga telah meminta penarikan data untuk mengetahui perkembangan kasus ISPA selama Oktober. Langkah ini dilakukan untuk memantau apakah tren peningkatan masih berlanjut.

Seberina menyebutkan, keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga mata berair. 

Keluhan tersebut perlu diwaspadai, terutama di tengah kondisi lingkungan yang dipenuhi debu dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kelompok yang paling banyak terdampak adalah anak-anak, khususnya balita, serta warga lanjut usia (lansia). Kedua kelompok ini perlu mendapat perhatian lebih karena rentan mengalami gangguan kesehatan.

Peningkatan kasus ISPA tersebut terjadi di tengah musim kemarau panjang yang disertai debu dan kabut asap. Kondisi ini dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan bagi masyarakat.

Untuk mengurangi risiko paparan debu dan asap, Seberina mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Kami tetap menyarankan masyarakat kalau berada di luar menggunakan masker. Kita tahu sendiri bahwa ini masih musim kemarau yang panjang, banyak debu dengan angin, kemudian juga ada kabut asap,” ujarnya.

Meski kasus ISPA mengalami peningkatan, Seberina memastikan persediaan obat-obatan di Puskesmas Mopah Baru masih aman hingga saat ini untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap gejala gangguan pernapasan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik, terutama jika dialami balita dan lansia. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
kabut asap Merauke Ceposonline.com karhutla