CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Masyarakat di Kabupaten Merauke dan sebagian wilayah Kabupaten Mappi masih harus menghadapi kondisi kekeringan meteorologis dalam beberapa waktu ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, musim kemarau di wilayah Papua Selatan dapat berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Sementara awal musim hujan di wilayah Papua Selatan khususnya Merauke diperkirakan baru terjadi pada Desember mendatang.
Kondisi tersebut disampaikan dalam penjelasan terkait perkembangan cuaca dan iklim di wilayah Papua Selatan, menyusul meningkatnya titik panas (hotspot) dan sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Untuk wilayah Provinsi Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke dan juga sebagian Kabupaten Mappi, untuk beberapa bulan terakhir ini memang terjadi kekeringan meteorologis yang cukup signifikan,” kata Prakirawan BMKG Merauke Yunita, diremui, Selasa (6/10/2026).
.
Menurutnya, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau masih dapat berlangsung hingga akhir tahun. Sedangkan awal musim hujan di Papua Selatan diperkirakan terjadi pada Desember.
“Diprediksi oleh BMKG musim kemarau ini bisa sampai akhir tahun ini dan diperkirakan awal musim hujan di wilayah Papua Selatan ini akan terjadi pada bulan Desember,” ujarnya.
Meski demikian, bukan berarti tidak ada peluang hujan sama sekali dalam beberapa pekan ke depan. Untuk Kabupaten Merauke masih terdapat peluang hujan sekitar pertengahan Oktober, namun curah hujannya diperkirakan masih relatif rendah.
“Kalau untuk seminggu ke depan masih ada peluang di pertengahan bulan Oktober, itu sekitar tanggal 13 untuk wilayah Kabupaten Merauke, tapi curah hujannya masih cukup sedikit,” katanya.
Peluang hujan yang lebih signifikan justru diperkirakan terjadi di Kabupaten Asmat, Mappi dan Boven Digoel.
“Yang cukup signifikan untuk hujan di satu minggu ke depan atau di pertengahan bulan Oktober ini di sekitar Kabupaten Asmat, Mappi dan Boven Digoel,” jelasnya.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser