Kebakaran di Wanam, Api Diduga Berawal dari Kios dan Dipicu Korsleting

Yulius Sulo • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 08:41 WIB
Masyarakat berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan saat api mulai merembet ke bangunan lainnya, Rabu (30/9/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Masyarakat berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan saat api mulai merembet ke bangunan lainnya, Rabu (30/9/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kampung Wogikel, Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Rabu (30/9/2026) sekira pukul 08:30 WIT.

Sejumlah bangunan ludes terbakar dalam musibah tersebut. Di antaranya satu unit Posramil 1707-04/Kimaam, sekitar lima warung makan, sekitar 15 kios sembako, Kantor Teras BRI, Kantor BPD, Kantor Pos Ilwayab serta satu unit ruko Toko 5.

Kebakaran ini kembali mengingatkan pada peristiwa serupa yang pernah terjadi di kawasan Wanam  25 Juni 2023. Saat itu, sekitar 50-an rumah dan kios warga di Kampung Wogikel ludes terbakar. Kantor Polairud dan kantor Koramil setempat juga ikut terdampak.

Dalam perkembangan penyelidikan saat itu, Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan menyebut kebakaran 2023 diduga berasal dari genset pembangkit listrik.

Dugaan tersebut berdasarkan adanya kabel yang terkelupas dan menimbulkan percikan api. Kebakaran kemudian cepat meluas karena permukiman padat, bangunan banyak terbuat dari kayu, angin kencang serta kondisi air laut sedang surut.

Untuk kebakaran yang terjadi Rabu kemarin, Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan penyebab sementara juga mengarah pada masalah kelistrikan.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik," kata Kapolres saat ditemui di sela-sela menyambut Kardinal Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo di Bandara Mopah Merauke, Kamis (1/10/2026).

Kapolres menjelaskan, api diduga pertama kali muncul dari salah satu kios sebelum kemudian merambat dan menghanguskan bangunan lain di sekitarnya.

Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan tempat usaha masyarakat, tetapi juga sejumlah fasilitas pelayanan publik dan Posramil yang berada di kawasan tersebut.

Sementara itu, aparat masih melakukan pendataan terhadap seluruh bangunan dan barang milik masyarakat yang terdampak. 

Penyebab pasti kebakaran juga masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Kebakaran terbaru ini menjadi peristiwa besar kedua yang terjadi di kawasan Wogikel, Wanam, dalam beberapa tahun terakhir. Pada kebakaran 2023, sekitar 92 kepala keluarga terdampak dan jumlah bangunan yang terbakar disebut mencapai sekitar 100 unit, dengan kerugian diperkirakan lebih dari Rp30 miliar.(*)

Editor : Elfira Halifa
kebakaran Merauke Ceposonline.com