Tahun Ini, Pemprov Papua Selatan Bangun Drainase di Tiga Lokasi

Yulius Sulo • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:48 WIB
Pembangunan drainase sepanjang 1,9 kilometer dimulai dari depan Mako Lanud JA Dimara hingga menuju saluran pembuangan di tikungan Musamus. (CEPOSONLINE.COM/SULO)
Pembangunan drainase sepanjang 1,9 kilometer dimulai dari depan Mako Lanud JA Dimara hingga menuju saluran pembuangan di tikungan Musamus. (CEPOSONLINE.COM/SULO)    

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Pemerintah Provinsi Papua Selatan tahun ini mengalokasikan pembangunan drainase di tiga lokasi di wilayah Merauke. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah  menangani persoalan genangan dan banjir yang terjadi di sejumlah kawasan.

Kepala Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang pada Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan Agustinus R. Bonai  mengatakan, satu pembangunan drainase telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) induk, yakni di Jalan Garuda, kawasan Spadem, Merauke.

Saluran drainase tersebut membentang dari depan AURI hingga menuju saluran pembuangan di tikungan Musamus.

“Untuk tahun ini di DPA induk kita masuk satu kegiatan saja di Jalan Garuda, Spadem. Titiknya dari depan AURI sampai ke buangan drainase yang di tikungan Musamus,” kata Agustinus R. Bonai,  kepada media idi di Kantor Gubernur Papua Selatan, Kamis (17/9/2026).   

Ia menegaskan, pekerjaan yang dilakukan di ruas tersebut merupakan pembangunan drainase jalan dan bukan pembangunan parit lingkungan.

Sementara itu, melalui pergeseran anggaran pada perubahan APBD, Pemprov Papua Selatan menambahkan dua lokasi lainnya. Keduanya berada di kawasan Pasar Kurik menuju saluran pembuangan di depan sekolah serta kawasan permukiman Salor 1.

“Untuk tahun ini ada tiga lokasi saja,” ujarnya.

Menurut Agustinus, pembangunan drainase disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta program yang sebelumnya telah diusulkan. Pemerintah juga berupaya mengintegrasikan pembangunan drainase dengan peningkatan jalan agar penanganan infrastruktur dapat dilakukan secara bersamaan.

Ia menjelaskan, apabila Dinas Bina Marga melakukan peningkatan jalan provinsi pada suatu ruas, pihaknya dapat mengupayakan pembangunan drainase di ruas yang sama.

“Kita menyesuaikan dengan ketersediaan dana. Kemarin kita prioritas memang ke jalan provinsi. Kalau Bina Marga sudah masuk di perbaikan jalannya, saya diharapkan masuk di drainasenya. Cuma tergantung ketersediaan dan program yang sudah diusulkan,” katanya.
 

Untuk Jalan Garuda, Agustinus menyebut ruas tersebut berstatus sebagai jalan provinsi. Pembangunan drainase di lokasi itu memiliki panjang sekitar 1,9 kilometer atau hampir dua kilometer.

Pekerjaan fisik telah mulai dilaksanakan sejak pekan lalu. Saat ini, pekerjaan mulai memasuki tahapan pengecoran lantai kerja.

“Sudah mulai gali. Minggu lalu sudah mulai. Informasinya minggu ini mereka sudah mulai cor lantai kerja,” jelasnya.

Ia berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mengurangi genangan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut. (*)

Editor : Elfira Halifa
Merauke Drainase Ceposonline.com