CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, mengungkapkan angka anak tidak sekolah dan putus sekolah di Kabupaten Merauke masih tergolong tinggi.
Romanus menyebut, berdasarkan data nasional, jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Merauke mencapai sekitar 7.000 anak, sedangkan angka putus sekolah mencapai sekitar 6.000 anak.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keseriusan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
“Secara data nasional, angka anak tidak sekolah di Kabupaten Merauke cukup tinggi, ada 7 ribu. Kemudian angka putus sekolah cukup tinggi juga, ada 6 ribu. Ini merupakan pekerjaan yang memang membutuhkan keseriusan,” kata Romanus pada peresmian TK Santa Theresia Buti di Payum, Kelurahan Sampai Merauke, Sabtu (29/8/2026)
Ia mengatakan, pembangunan fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Payum merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Bupati Merauke.
“Bapak Mama meminta Bapak Bupati untuk membangun pendidikan usia dini di Payum. Sesuai perintah Bapak Bupati, kita semua sudah melihat bangunan sekolah telah dibangun,” ujarnya.
Romanus menilai, keberadaan bangunan pendidikan tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk pendidikan anak usia dini, tetapi juga untuk menjangkau anak-anak yang tidak sekolah maupun yang telah putus sekolah.
Khusus di wilayah Payum, kata dia, angka anak tidak sekolah dan putus sekolah juga masih cukup tinggi. Karena itu, pihaknya mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas tersebut untuk menyelenggarakan pendidikan nonformal.
“Kita bisa maksimalkan bangunan pendidikan yang ada. Kami berpikir mungkin akan ada pendidikan nonformal juga yang bisa dihadirkan di sini,” jelasnya.
Konsepnya, kegiatan pendidikan anak usia dini dapat berlangsung pada pagi hingga siang hari. Selanjutnya, pada siang hingga sore hari, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pendidikan nonformal, terutama bagi anak-anak yang mengalami putus sekolah.
“Pagi hari sampai siang ada pendidikan usia dini, kemudian siang sampai sore mungkin bisa ada pendidikan nonformal, terutama untuk angka putus sekolah yang ada di Payum,” katanya.
Romanus juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Merauke atas perhatian terhadap pembangunan sektor pendidikan. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan di Payum merupakan bagian dari pelaksanaan tugas yang diberikan Bupati untuk melakukan perbaikan dan pembangunan pendidikan di Kabupaten Merauke.
“Kita berterima kasih kepada Bapak Bupati karena memberikan perhatian serius untuk pendidikan. Sesuai dengan tugas yang Bapak Bupati tugaskan kepada kami, beliau perintahkan untuk melakukan perbaikan pembangunan pendidikan,” pungkasnya.(*)