CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Enam pelajar orang asli Papua (OAP) asal Kabupaten Merauke berhasil lolos seleksi dan diterima di SMA Taruna Nusantara yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut menjadi kabar positif bagi dunia pendidikan di Merauke sekaligus membuka peluang lebih luas bagi anak-anak asli Papua untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di luar Papua.
Keenam pelajar sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi yang dilaksanakan di Makodim 1707/Merauke. Mereka dinyatakan berhasil melewati seluruh tahapan seleksi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah berasrama tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, mengatakan kesempatan tersebut merupakan bagian penting dari upaya memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak OAP.
Mereka akan mendapatkan pendidikan di luar Papua dengan sistem pembelajaran dan pembinaan yang diharapkan mampu membentuk karakter, kedisiplinan serta kemampuan akademik siswa.
“Ini menjadi kesempatan yang baik bagi anak-anak kita. Mereka bisa mendapatkan pengalaman pendidikan di luar Papua dan dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki kemampuan serta daya saing,” kata Romanus Kande Kajol, Kamis (27/8/2026).
Ia mengatakan, keberhasilan enam pelajar tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya di Kabupaten Merauke untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik sehingga dapat mengikuti berbagai program pendidikan afirmasi.
Pemerintah daerah, kata Romanus, perlu terus mendorong dan mempersiapkan anak-anak sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama agar mampu bersaing dalam setiap proses seleksi.
“Ke depan, kita harus mempersiapkan anak-anak ini sejak SMP. Anak-anak yang lulus SMP dengan kemampuan yang baik bisa kita arahkan untuk mengikuti sekolah-sekolah unggulan maupun program afirmasi pendidikan menengah,” jelasnya.
Romanus berharap, enam pelajar asal Merauke yang diterima di SMA Taruna Nusantara Cimahi dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Harapan kita, mereka bisa berhasil, melanjutkan ke perguruan tinggi dan nantinya kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan Merauke dan Papua Selatan,” pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa