Jelang HUT ke-81 RI, Danrem  Ingatkan Masyarakat Papsel Tak Mudah Terprovokasi Medsos

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:04 WIB
Brigjen TNI Mustakim
Brigjen TNI Mustakim

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat di Papua Selatan diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

Pasalnya, perkembangan media sosial yang begitu pesat membuat informasi dapat dengan cepat diakses masyarakat. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi berbagai informasi, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu situasi keamanan.

“Memang saat ini media sosial sangat besar pengaruhnya. Berita bisa dengan cepat diakses oleh masyarakat, tetapi yang perlu diwaspadai adalah kebenaran berita tersebut,” kata Brigjen TNI Mustakim, Rabu (12/8/2026) .

Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh berita yang sumber dan kebenarannya tidak jelas.

“Jangan sampai masyarakat mudah sekali terprovokasi oleh berita-berita yang kadang-kadang kita tidak tahu kebenarannya, siapa yang menyebarkan,” katanya.

Menurutnya, TNI bersama Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat terus membangun sinergi untuk memastikan pelaksanaan peringatan HUT ke-81 RI berjalan aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua Selatan.

“Dari pihak TNI khususnya, bekerjasama dengan instansi terkait, dalam hal ini kepolisian, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama untuk menciptakan situasi yang kondusif,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan di 4 kabupaten di Papua Selatan, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat. Salah satu fokusnya adalah meminimalisir potensi gangguan yang dapat mengacaukan pelaksanaan peringatan hari kemerdekaan.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa karena peringatan kemerdekaan merupakan momentum milik seluruh masyarakat Indonesia.

“Jadi saya imbau masyarakat tetap tenang, tetap laksanakan kegiatan seperti biasa, karena hari kemerdekaan ini milik kita bersama,” katanya.

 Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan, aparat TNI dan Polri bersama pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah pengamanan.

Di antaranya melalui patroli bersama dan kegiatan sweeping pada lokasi-lokasi tertentu yang dinilai membutuhkan pengawasan.

“Langkah-langkah antisipasi kita tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan bekerjasama dengan kepolisian, pemerintah daerah, melaksanakan kegiatan semacam sweeping, patroli-patroli bersama,” jelasnya.

Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga keamanan bukan hanya berada di tangan TNI dan Polri. Pemerintah daerah dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang aman.

“Tugas pertahanan keamanan bukan hanya TNI Polri saja, tetapi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

 Sementara itu, terkait kesiapan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah seperti Boven Digoel, ia menyebut hingga saat ini situasi masih berjalan baik.

Antusiasme masyarakat untuk menyambut dan memeriahkan HUT ke-81 RI juga disebut masih tinggi, termasuk dalam kegiatan pengibaran bendera Merah Putih.

“Antusiasme masyarakat juga masih tinggi. Kita memang sebenarnya untuk di wilayah Papua Selatan sendiri, sel-sel itu tentunya memang ada, tetapi dapat kita minimalisir pergerakan-pergerakannya,” ujarnya.

Karena itu, pendekatan dan komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan mulai dari pemerintah daerah hingga tingkat distrik, kampung, bahkan lingkungan masyarakat paling bawah.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan sehingga peringatan HUT ke-81 RI di Papua Selatan dapat berlangsung meriah, aman dan tertib.

 Terkait kedatangan ratusan masyarakat dari kawasan tambang emas tradisional Kawe ke Kabupaten Boven Digoel yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, ia  meminta warga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, keresahan masyarakat dapat muncul akibat informasi yang disebarkan melalui media sosial tanpa diketahui secara jelas sumber maupun kebenarannya.

“Kembali lagi bahwa mungkin mereka menghembuskan lewat medsos dan menimbulkan rasa takut itu,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah bersama aparat keamanan di Boven Digoel terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga situasi tetap aman dan memastikan pembangunan tetap berjalan.

“Mari bergabung bersama masyarakat membangun Papua yang lebih maju dan lebih sejahtera,” pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Merauke Ceposonline.com PAPUA SELATAN