Diklat Paskibraka Papua Selatan Masuki Hari Ke-9, 52 Peserta Siap Kibarkan Merah Putih

Yulius Sulo • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 06:41 WIB
52 peserta Paskibra yang mengikuti pendidikan terus mengikuti pelatihan untuk mengibarkan merah putih pada 17Agustus 2026 di Stadion Katalpal Merauke. (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 
52 peserta Paskibra yang mengikuti pendidikan terus mengikuti pelatihan untuk mengibarkan merah putih pada 17Agustus 2026 di Stadion Katalpal Merauke. (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Papua Selatan Tahun 2026 memasuki hari ke-9. 


Sebanyak 52 peserta kini terus menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan untuk melaksanakan tugas pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.


Diklat yang dimulai sejak 28 Juli 2026 tersebut dilaksanakan sesuai amanat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan dijadwalkan berakhir pada 18 Agustus 2026.


Koordinator Pelatih Paskibraka Provinsi Papua Selatan Tahun 2026, Deswy Tatawalat, mengatakan seluruh peserta hingga hari ke-9 terus mengikuti berbagai tahapan latihan dan pembinaan.


“Peserta Paskibraka ini merupakan hasil seleksi dari empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan, yaitu Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat,” kata Deswy di Merauke, Jumat (7/8/2026).


Ia menjelaskan, pada tahap awal sebanyak 54 peserta dinyatakan lolos seleksi. Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan tahap kedua di tingkat provinsi, dua peserta harus dikembalikan ke daerah asal karena alasan kesehatan.


Dengan demikian, saat ini terdapat 52 peserta yang mengikuti rangkaian Diklat Paskibraka Papua Selatan, terdiri dari 27 putra dan 25 putri.


Deswy menyebutkan, pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2026, Paskibraka Papua Selatan akan membentuk formasi angka 81 yang dipadukan dengan pita Merah Putih serta didukung pasukan pengawal Paskibraka.


Para peserta mendapatkan pelatihan dari jajaran pelatih yang berasal dari seluruh matra TNI dan Polri di Papua Selatan, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Kepolisian. Para pelatih juga didampingi unsur Aparatur Sipil Negara (ASN).


Selain menjalankan tugas pada upacara 17 Agustus, anggota Paskibraka yang nantinya dikukuhkan pada 15 Agustus 2026 juga akan tetap diberdayakan di Provinsi Papua Selatan selama kurang lebih satu tahun.


“Ketika ada event pemerintah yang melibatkan Paskibraka, mereka akan dilibatkan dan diberdayakan,” ujarnya.


Deswy berharap seluruh elemen masyarakat Papua Selatan dapat memberikan dukungan dan doa agar seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan berjalan lancar. Dengan demikian, para anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas pengibaran Bendera Merah Putih secara baik, disiplin, dan penuh tanggung jawab.


Papua Selatan juga memiliki keistimewaan tersendiri dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sebagai wilayah paling timur Indonesia, Papua Selatan berada pada zona waktu yang lebih awal dibandingkan wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Tengah.


Kondisi tersebut membuat Papua Selatan menjadi salah satu wilayah pertama di Indonesia yang melaksanakan pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan Detik-Detik Proklamasi.


Bagi para anggota Paskibraka Papua Selatan, momentum tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka akan mendapat kehormatan mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.


“Semoga adik-adik Paskibraka dapat melaksanakan tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya serta mengharumkan nama Provinsi Papua Selatan,” pungkas Deswy. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Merauke paskibraka