CEPOSONLINE.COM, MERAUKE– Di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini, Pelayanan distribusi air bersih Perumda Air Minum Jeurekom Merauke kepada pelanggan mengalami gangguan akibat kebocoran pada pipa primer yang menyalurkan air dari Rawa Biru menuju Kota Merauke.
Direktur Perumda Air Minum Jeurekom Merauke, Bambang Suji, membenarkan adanya gangguan tersebut.
Ia mengatakan saat ini petugas sedang melakukan perbaikan pada tiga titik kebocoran pipa.
"Ada tiga titik yang bocor dan sementara ini dalam perbaikan. Dua titik sudah selesai. Tinggal satu titik yang sementara dalam perbaikan. Mudah-mudahan nanti sore perbaikannya sudah selesai," kata Bambang Suji saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (4/8/2026).
Menurut Bambang, kebocoran pipa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi alam serta usia jaringan pipa yang sudah sangat tua.
"Jadi bocornya pipa ini karena ada beberapa faktor, di antaranya karena kondisi alam dan termakan usia," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jaringan pipa primer yang digunakan saat ini masih merupakan peninggalan masa pemerintahan Belanda, sehingga kerusakan pada sejumlah titik tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia infrastruktur.
Akibat gangguan tersebut, Perumda Air Minum Jeurekom juga menghentikan sementara pelayanan pemesanan air tangki di kantor pelayanan yang berada di Jalan Trikora, Merauke.
Salah seorang petugas menyampaikan bahwa penghentian layanan dilakukan karena pasokan air dari Rawa Biru belum dapat dialirkan secara normal selama proses perbaikan berlangsung.
"Untuk hari ini belum ada pelayanan karena pipa dari Rawa Biru ada yang bocor dan masih dalam perbaikan. Kemungkinan besok baru pelayanan pemesanan air tangki kembali dibuka," katanya.
Diketahui, pasokan air bersih bagi masyarakat Kota Merauke berasal dari Rawa Biru di Distrik Sota, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota. Air dipompa melalui jaringan pipa primer menuju instalasi pengolahan sebelum didistribusikan kepada pelanggan di Kota Merauke.
Pihak Perumda Air Minum Jeurekom berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan kembali normal secepatnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser