Prabowo dorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia di Ring of Fire

Lucky Ireeuw • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 03:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan sejumlah bencana di Indonesia secara virtual di Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan sejumlah bencana di Indonesia secara virtual di Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Jakarta, 07/9 (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam karena Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang memiliki potensi tinggi mengalami berbagai bencana.

"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, di Ring of Fire. Jadi, ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," kata Prabowo saat membuka rapat terbatas secara virtual untuk membahas penanganan sejumlah bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengatakan pemerintah saat ini menghadapi sejumlah kondisi kebencanaan, mulai dari gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi persoalan.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia tersebut menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi bencana.

Prabowo juga menyatakan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus ditambah secara signifikan.

"Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden meminta jajarannya untuk menyiapkan sumber daya dan peralatan penanganan bencana sebelum kejadian berlangsung.

Presiden menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif.

"Jadi nanti kita siapkan master plan yang menyeluruh dan yang masif," ucapnya.

Prabowo juga meminta penyediaan lebih banyak helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran hingga ekskavator berukuran kecil di wilayah desa yang rawan mengalami kebakaran hutan.

Selain itu, pemerintah akan meningkatkan pemanfaatan pesawat untuk modifikasi cuaca serta mengkaji penggunaan drone yang mampu membawa dan menjatuhkan air untuk membantu penanganan kebakaran.

"Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan," kata Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga meminta laporan mengenai perkembangan penanganan gempa Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan karhutla dari pemerintah daerah serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

 

Pewarta : Fathur Rochman)

Editor : AdminDua
bencana alam Prabowo Subianto