Pemkab Lanny Jaya Perkuat Pelestarian Bahasa Ibu melalui Pendidikan dan Keluarga

Elfira Halifa • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:55 WIB
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom bersalaman dengan Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat menghadiri Kongres Bahasa Daerah I se-Indonesia Tahun 2026 di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Senin (20/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom bersalaman dengan Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat menghadiri Kongres Bahasa Daerah I se-Indonesia Tahun 2026 di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Senin (20/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berkomitmen memperkuat pelestarian bahasa ibu sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya daerah. 

 

 

Penguatan penggunaan bahasa daerah akan didorong melalui peran keluarga, satuan pendidikan, serta keterlibatan dinas terkait.

 

 

Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, mengatakan pelestarian bahasa ibu membutuhkan perhatian bersama agar generasi muda tetap mengenal, memahami, dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Kongres Bahasa Daerah I se-Indonesia Tahun 2026 di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Senin (20/10/2026).

 

 

Menurut Aletinus, penggunaan bahasa ibu di Lanny Jaya masih cukup kuat, terutama di kampung-kampung. Namun, di kawasan perkotaan, penggunaan bahasa daerah mulai mengalami penurunan. 

 

 

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar bahasa Lanny tetap terpelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya. 

 

 

“Khusus kami di Kabupaten Lanny Jaya, anak-anak hari ini bukan berarti malu menggunakan bahasa ibu, tetapi mereka sudah jarang menggunakannya dan bahkan ada yang hampir tidak tahu,” ucapnya kepada wartawan.

 

 

Aletinus menegaskan, orang tua memiliki peran penting dalam membiasakan anak menggunakan bahasa ibu di lingkungan keluarga. Pembiasaan sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.

 

 

Selain melalui keluarga, pemerintah daerah juga mendorong penguatan bahasa ibu di lingkungan pendidikan. Bahasa daerah diharapkan dapat dikembangkan melalui muatan lokal, terutama pada jenjang pendidikan dasar, sehingga anak-anak tetap mengenal bahasa dan budaya daerahnya sejak awal masa sekolah.

 

 

“Bahasa ibu ini sangat penting. Nanti akan dimasukkan dalam muatan lokal. Di pendidikan sudah berjalan dan akan terus kami kembangkan,” katanya. 

 

 

Ia juga meminta dinas pendidikan memperkuat program pelestarian bahasa ibu, termasuk mendorong penggunaan bahasa ibu di kelas-kelas awal sekolah dasar. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah kepada peserta didik.

 

 

Aletinus memperkirakan penggunaan bahasa ibu dan bahasa Indonesia di Lanny Jaya saat ini masih relatif berimbang, masing-masing sekitar 50 persen. 

 

 

 

Meski demikian, penggunaan bahasa ibu dinilai lebih bertahan di kampung-kampung dibandingkan kawasan perkotaan. Bupati berharap perhatian terhadap pelestarian bahasa ibu semakin meningkat. 

 

 

Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga diharapkan mampu menjaga bahasa Lanny agar tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda. (*)

Editor : Weny Firmansyah
bahasa daerah lanny jaya