Warga Panik Kabut Putih Masuk Kota Jayapura, Betulkah Asap Karhutla?

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 05:10 WIB
Kabut putih di wilayah Muara Tami terlihat dari ring road yang dianggap sebagai asap karhutla saat difoto Minggu (11/10/2026) (CEPOSONLINE.COM/LUCKY IREEUW)
Kabut putih di wilayah Muara Tami terlihat dari ring road yang dianggap sebagai asap karhutla saat difoto Minggu (11/10/2026) (CEPOSONLINE.COM/LUCKY IREEUW)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Warga Kota Jayapura beberapa hari terakhir jika melihat dari ketinggian khususnya di kawasan Skyline ke arah Muara Tami terlihat kabut putih menutupi sebagian wilayah tersebut. 

 

Jika disaksikan dari Jembatan Yotefa juga nampak jelas seperti kabut asap yang masuk ke wilayah Kota Jayapura. Tak sedikit yang menggunggah ke media sosial dengan mengaitkan dengan asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan. 

 

Terkait ini Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura menyampaikan bahwa fenomena kabut di Jayapura beberapa hari terakhir bukanlah disebabkan dari hembusan kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dibeberapa kabupaten dan provinsi di luar Papua.

 

Fenomena udara yang menyelimuti kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura dipastikan murni merupakan fenomena meteorologi alami dan sama sekali bukan kabut asap hasil kebakaran hutan maupun lahan. 

 

​Berdasarkan hasil analisis pemantauan sebaran titik panas atau hotspot yang dilakukan oleh BMKG pada kurun waktu sepekan terakhir tak terlihat ada satupun titik panas yang terdeteksi di wilayah Kota maupun Kabupaten Jayapura beserta daerah sekitarnya.

 

Data Peta Sebaran Titik Panas BMKG hingga 11 Oktober mengonfirmasi nihil hotspot untuk seluruh wilayah Provinsi Papua. ​Sementara itu, pemantauan citra satelit Himawari-9 pada, 11 Oktober 2026, menunjukkan adanya sebaran kabut asap di beberapa wilayah Pulau Papua, mencakup kawasan Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, serta sebagian wilayah Papua Pegunungan.

 

BMKG Wilayah V Jayapura menjelaskan bahwa fenomena kabut biasa terbentuk dari proses pembentukan alami akibat kondensasi uap air ketika udara mendekati kondisi jenuh atau memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi.

 

Proses ini umumnya terjadi saat suhu udara di permukaan tanah menurun drastis, biasanya pada rentang waktu malam hingga pagi hari. Kabut alami ini terdiri dari butiran-butiran air kecil yang melayang dekat permukaan tanah, berwarna putih atau abu-abu terang, tidak berbau sangit, serta tidak mengandung senyawa kimia berbahaya bagi pernapasan.(*)

Editor : AdminDua
kabut asap kota jayapura Muara tami skyline