Pegawai dan Warga Binaan ​Ubah Lahan Kosong Jadi Produktif

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:49 WIB
Pegawai dan Warga Binaan ​Lapas Abepura saat mengelar panen perdana bahan komiditas hasil budidaya, Rabu (30/9/2026).
Pegawai dan Warga Binaan ​Lapas Abepura saat mengelar panen perdana bahan komiditas hasil budidaya, Rabu (30/9/2026).

CEPOSONLINE.COM, ​JAYAPURA - Keterbatasan area tidak menyurutkan semangat pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura. Melalui inovasi pemanfaatan limbah galon bekas sebagai media tanam, jajaran petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sukses mengubah sudut-sudut lahan kosong menjadi area pertanian perkotaan (urban farming) yang produktif. 

Keberhasilan tersebut ditandai dengan pelaksanaan panen perdana komoditas hortikultura berupa cabai, terong, dan tomat pada Rabu (30/9/2026).

​Program pembinaan kemandirian ini merupakan bagian dari langkah nyata Lapas Abepura dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian, sekaligus sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan nasional.

​Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Edy Susetyo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dan seluruh warga binaan yang terlibat aktif sejak tahap penyemaian, perawatan, hingga proses pemanenan.

​"Saya sampaikan terima kasih pada seluruh jajaran Kasi Giatja, teman-teman dari kegiatan kerja, dan warga binaan. Pada kesempatan siang hari ini, alhamdulillah kita sudah melakukan panen perdana di mana ada cabai, terong, dan tomat," ujar Kalapas Abepura, saat mendampingi proses panen di area pembinaan.
​
Jelasnya, ​sistem budi daya yang diterapkan di Lapas Abepura terbilang terobosan yang efisien. Di tengah keterbatasan lahan tanah terbuka di dalam areal hunian, pihak Lapas mengarahkan warga binaan untuk mendaur ulang wadah galon air bekas menjadi pot tanaman yang berdaya guna tinggi.

​Menurut Edy, metode ini membuktikan bahwa kegiatan pertanian produktif tidak selalu memerlukan lahan yang luas, melainkan kreativitas dan konsistensi dalam perawatan.

​"Ini merupakan hasil tanaman dari warga binaan dengan menggunakan galon bekas. Ternyata juga bisa mendapatkan hasilnya dan mengingat keterbatasan lahan yang ada, sehingga galon-galon bekas ini bisa dimanfaatkan se-sebaik mungkin," jelas Edy.

​Melihat keberhasilan panen perdana ini, Kalapas menegaskan bahwa program ketahanan pangan berbasis galon bekas dan polybag ini tidak akan berhenti di sini.

Pihaknya telah memetakan potensi area lain di dalam lingkungan Lapas, salah satunya adalah area brgang lahan pengaman di sepanjang tembok keliling yang akan dioptimalkan menjadi lorong hijau produktif.
​
​Lebih lanjut, Edy Susetyo menekankan bahwa penguatan program kemandirian ini selaras dengan kebijakan prioritas pemerintah pusat. ​Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta komitmen berlanjut dari seluruh jajaran serta kolaborasi lintas seksi di internal Lapas Abepura.

​"Mohon dukungannya dari seluruh pihak dan terutama di kegiatan kerja, saya minta untuk selalu memaksimalkan SDM yang ada. Dukungan dari bagian lain juga sangat penting agar kegiatan program pembinaan utamanya di ketahanan pangan ini menindaklanjuti Asta Cita Presiden dan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait dengan ketahanan pangan," tegasnya.

​Mengenai pemanfaatan hasil produksi panen hortikultura ini, Kalapas menjelaskan bahwa sebagian dari hasil penyerapan akan dialokasikan untuk kebutuhan internal warga binaan, serta disalurkan melalui mekanisme kerja sama dengan mitra penyedia bahan makanan (suplier dapur Lapas).

​Langkah ini diharapkan tidak hanya menghemat anggaran operasional dapur, tetapi juga memberikan kepuasan serta motivasi tersendiri bagi warga binaan karena dapat menikmati hasil olah tangannya sendiri.

​"Sekali lagi saya sampaikan terima kasih dan ini akan kita coba, hasil ini bisa kita bagikan atau nanti kita salurkan ke dapur dengan rekanan bahan makanan. Mudah-mudahan bisa ada hasil yang lebih baik lagi ke depannya," tutup Edy. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
warga binaan lapas Ceposonline.com