Dari Pelajar yang Diamankan, Diduga Ada Orang Luar yang Mengompori

Karolus Daot • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB
Pelajar dari berbagai sekolah dibawa ke Polresta untuk memastikan statusnya, Selasa (15/9/2026) (CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Pelajar dari berbagai sekolah dibawa ke Polresta untuk memastikan statusnya, Selasa (15/9/2026) (CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Sebanyak 33 orang yang terlibat dalam aksi demonstrasi di kawasan Perumnas III, Distrik Abepura, dibawa ke Mapolresta Jayapura Kota, Selasa (15/9/2026).

Dari 33 orang tersebut, 25 di antaranya merupakan pelajar, terdiri dari 23 laki-laki dan dua perempuan. Sementara delapan orang lainnya diketahui bukan lagi berstatus pelajar. 

Kasat Binmas Polresta Jayapura Kota AKP John Dere mengatakan, puluhan orang tersebut tidak ditahan, melainkan dibawa ke Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan setelah situasi di lokasi aksi mulai tidak kondusif.

Menurutnya, polisi awalnya hendak mengamankan delapan orang yang diduga melakukan provokasi dan mengajak para pelajar untuk ikut dalam aksi. Namun, para pelajar tersebut kemudian ikut naik ke kendaraan sehingga turut dibawa ke Mapolresta.

"Jadi kami bawa ke Polres ini bukan untuk menahan, kami cuma periksa. Setelah kami periksa, sebanyak 25 orang siswa, ada dua perempuan dan 23 laki-laki. Kami bawa ke sini karena tadi di Perumnas III mereka sudah mulai rusuh," kata John kepada Ceposonline.com, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa tidak seluruh massa yang terlibat merupakan pelajar sebagaimana informasi yang beredar sebelumnya.

"Delapan orang ini bukan siswa SMA. Jadi yang kami bawa ke sini bukan semuanya siswa. Kalau semuanya siswa SMA, dari tadi sudah kami pulangkan," ujarnya.

John menyebutkan, delapan orang dewasa tersebut diduga berupaya memprovokasi para pelajar untuk ikut menyampaikan pendapat dalam aksi.

"Kita lihat dia provokator. Dia mengajak atau mengundang adik-adiknya untuk mengemukakan pendapat. Memang betul, boleh, tapi kita lihat ini sudah tidak sesuai," jelasnya.

Pihak kepolisian juga melibatkan pihak sekolah, Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Jayapura.

"Kami sengaja undang dari dinas dan pihak sekolah datang ke sini supaya kita sama-sama mengawasi adik-adik kita ini," katanya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
pendidikan gratis Ceposonline.com kota jayapura pelajar Mbg