Bom Molotov atau Bukan? Polisi Masih Dalami Temuan di Kantor Komnas HAM Papua

Elfira Halifa • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 06:50 WIB
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen.(CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen.(CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Misteri benda yang ditemukan di sekitar Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua, Rabu (9/9/2026), masih didalami polisi.

Hingga kini, aparat belum memastikan benda tersebut merupakan bom molotov seperti dugaan yang beredar.

Penyidik Polresta Jayapura Kota bersama Polda Papua masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut. Kepastian mengenai jenis dan kandungan benda yang ditemukan masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor).

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penyelidikan dilakukan secara bersama-sama. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua juga telah mendatangi Polresta Jayapura Kota untuk memperbarui perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Dari kami sudah melakukan penyelidikan, dari Polda juga sudah melakukan penyelidikan. Kemarin kami juga didatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk meng-update apa saja yang sudah kami lakukan terkait peristiwa itu," kata Fredrickus, Jumat (11/9/2026).

Fredrickus menjelaskan, petugas yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan benda yang masih terbakar. Tidak ditemukan pula kerusakan pada bangunan Kantor Komnas HAM Papua maupun kendaraan yang berada di sekitar lokasi.

"Petugas yang mendatangi TKP tidak menemukan benda-benda yang terbakar. Tidak ada kerusakan pada objek bangunan maupun kendaraan yang ada di sekitar lokasi," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah pecahan botol dengan tutup berwarna putih, cairan serta benda lain seperti tisu.

Namun, polisi belum dapat memastikan kandungan cairan tersebut. Pemeriksaan Labfor diperlukan untuk mengetahui apakah cairan itu merupakan bahan bakar atau zat lainnya.

"Yang ditemukan di TKP itu pecahan botol, ada cairan dan benda lain seperti tisu. Untuk kandungannya masih menunggu hasil Labfor, apakah itu bensin atau zat lain," ujarnya.

Selain memeriksa barang bukti di lokasi, penyidik juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mencari petunjuk terkait dugaan aksi pelemparan.

Namun, dari rekaman CCTV yang telah diperiksa, polisi belum menemukan aktivitas mencurigakan ataupun orang yang terlihat melempar benda ke arah kantor.

"Kalau indikasi melempar belum nampak. Dari rekaman CCTV yang kami peroleh sejak pagi hingga waktu kejadian, aktivitas di sekitar Kantor Komnas HAM normal. Aktivitas kendaraan juga normal," kata Fredrickus.

Meski demikian, penyelidikan belum dihentikan. Polisi masih mendalami rekaman CCTV dari sejumlah titik lain di sekitar Kantor Komnas HAM Papua.

Penyidik juga mencari bukti tambahan untuk mengetahui secara pasti bagaimana benda tersebut bisa berada di lokasi serta memastikan ada atau tidaknya aksi pelemparan.

"Untuk CCTV sudah ada beberapa yang diamati dan dicermati, tetapi masih kami dalami lagi. Kami sedang mencari beberapa sumber, termasuk CCTV di sebelah kiri dan kanan lokasi kejadian," pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
Komnas ham molotov