CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–PT Air Minum Jayapura (PTAMJ) mematikan sementara aliran air ke wilayah terdampak kebakaran di Kompleks Kampung Nelayan, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya tagihan kepada pelanggan yang terdampak kebakaran, sekaligus karena sejumlah infrastruktur jaringan air, terutama pipa HDPE, mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Direktur PTAMJ Entis Sutisna mengatakan, berdasarkan data perusahaan, terdapat sekitar 500 sambungan rumah atau pelanggan di kawasan Dok 5 Bawah dan sekitarnya, termasuk di sekitar Kompleks Stadion Mandala.
"Untuk sementara memang kita matikan dulu airnya karena seluruh infrastruktur, terutama pipa HDPE, memang mengalami kerusakan. Sambil nanti kita fokus pembenahan-pembenahan dulu yang bocor," kata Entis, saat ditemui di lokasi kebakaran, Selasa (1/9/2026)
Menurutnya, pelayanan air bersih bagi warga terdampak kebakaran untuk sementara akan dilakukan menggunakan mobil tangki. Pelayanan tersebut diberikan secara gratis selama masa tanggap darurat dan keberadaan posko pengungsian.
"Mungkin sementara kita matikan dulu. Nanti untuk pelayanan di sini 100 persen sementara kita menggunakan layanan mobil tangki dulu dan itu gratis," ujarnya.
Entis menegaskan, PTAMJ akan mendukung kebutuhan air bersih maupun air minum bagi warga selama masa tanggap darurat, termasuk selama Pemerintah Kota Jayapura masih menyiapkan dan mengoperasikan posko pengungsian.
"Selama ada posko di sini, tanggap darurat, dan selama Pemerintah Kota menyiapkan posko, kami akan mem-backup kebutuhan air bersih maupun air minum," katanya.
Selain menyiapkan mobil tangki, pada hari kedua pascakebakaran PTAMJ kembali menyalurkan bantuan air minum dalam kemasan sebanyak 100 karton untuk kebutuhan warga yang berada di posko pengungsian.
PTAMJ juga memasang dua unit tandon air di sekitar area pengungsian serta menyiagakan satu unit mobil tangki untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih warga.
"Ini untuk mobilisasi apabila kebutuhan air bersih cukup tinggi di sini. Nanti bisa mengambil di tempat pengambilan kita yang ada di sekitar Yarmook di kota, sehingga kebutuhan air bersih juga bisa terjamin," jelasnya.
Entis menyebutkan, dua tandon yang telah dipasang memiliki kapasitas lebih dari dua kubik. Air yang tersedia di dalam tandon tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak.
"Sementara tandon yang kita pasang baru dua, jadi ada sekitar dua kubik lebih untuk kebutuhan minum. Sekali lagi, air yang ada di tandon itu air yang bisa diolah untuk minum dan masak," katanya.
Untuk mendukung kebutuhan dapur umum di lokasi pengungsian, PTAMJ juga telah menyalurkan 10 galon air minum. Bantuan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan warga di posko.
"Untuk kebutuhan masak juga tadi sudah saya dropping 10 galon dulu. Kalau di dapur membutuhkan air galon yang siap diminum, kita sudah siapkan juga," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw