CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Insiden kecelakaan maut yang melibatkan mobil Daihatsu Gran Max Pickup di pertigaan Jalan Ring Road, Distrik Jayapura Selatan, Minggu (30/8/2026) dini hari, masih menyita perhatian.
Di media sosial, warganet ramai membanjiri kolom komentar dengan berbagai asumsi kronologi kejadian, keluhan fasilitas jalan, hingga kecaman terhadap warga yang merekam kondisi korban di TKP.
Belum dikeluarkannya pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan membuat ragam dugaan liar berkembang di jagat maya.
Salah satu warganet menyebutkan informasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh aksi penyenggolan kendaraan lain.
"Info yang sa dengar, mobil de senggol orang. Mngkin krna tra terima di senggol, mobil lngsung di bakar deng orngnya. Korban suami istri yang mau ke Abe belanja," tulis akun @muhammdnurul_. Minggu (30/8/2026)
Namun, dugaan tersebut langsung disanggah oleh netizen lain yang meminta publik tidak menyebarkan desas-desus sebelum ada hasil resmi dari kepolisian.
"Banyak versi om.. tunggu info dari kepolisian saja.. yang kurangi Hoax," respon akun @amagunu95.
Warganet lain juga menganalisis logis penyebab korban tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar. Akun @chrisbert.david berpendapat, "Logika sj klo memang terbakar krn konsleting pasti pengemudi dan penumpang masih bs selamat tp klo ikut terbakar berarti ada hal yg membuat mereka tdk bs keluar dr mobil."
Selain itu, terdapat saksi yang mengaku melihat adanya pengendara ugal-ugalan beberapa jam sebelum kejadian di area terdekat.
"Innalillahi kasian.... td malam ada mobil strada ada warna merah"nya kayaknya lg mabuk hampir tabrak kita di skyland.... bukan cm oleng,dong su pindah jalur n mau sasak motor" di jalur sebelah...." ungkap akun @allyna_7.
Tidak hanya berdiskusi soal penyebab, publik juga dibuat geram oleh aksi oknum warga yang nekat merekam kondisi fisik korban yang terbakar di lokasi kejadian. Banyak netizen menyayangkan minimnya empati dan etika di ruang publik.
"Kenapa mereka ingin merekam korban? Kenapa berkerumun? Tidak cukup merekam mobil dari jauh saja?" seloroh akun @diygris.
Senada dengan itu, akun @novemberdesember1993 secara tegas mengecam tindakan tersebut, "Bangke dong bisa rekam orang meninggal depan2 tuh. Parah skali," tulisnya di kolom komentar.
Ketiadaan bukti visual di titik kejadian juga memicu kritik terhadap fasilitas keamanan jalan arteri di Kota Jayapura.
Kurangnya fasilitas CCTV dinilai menyulitkan proses penentuan kronologi oleh pihak berwajib.
"Begini sdh, Ibu Kota Provinsi tp tdk ada CCTV di tiap sudut jalan, paling cuma di lampu merah," keluh akun @alfnzzzq.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari pihak berwajib. Satlantas Polresta Jayapura Kota diketahui masih terus melakukan pendalaman, penelusuran identitas korban, dan olah TKP guna menguatkan penyebab utama terjadinya kebakaran kendaraan tersebut. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser