Bermula dari Dugaan Pemalakan, SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma Terlibat Tawuran

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Situasi saat pelajar SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Darma saling kejar di jalan raya utama Abepura, Kamis (28/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Situasi saat pelajar SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Darma saling kejar di jalan raya utama Abepura, Kamis (28/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Aksi tawuran antar-pelajar kembali pecah di kawasan Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis (20/8/2026) sekira pukul 12:30 WIT. 

 

Keributan yang melibatkan puluhan siswa dari SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama.

 

Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan menghentikan kendaraannya untuk menghindari lemparan material berbahaya. 

 

Ceceran pecahan kaca dan batu tampak memenuhi aspal jalanan pasca-kejadian, serta dilaporkan satu unit mobil milik warga terkena lemparan batu.

 

Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok, mengonfirmasi bahwa jajarannya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) guna meredam situasi dan memisahkan kedua kelompok siswa.

 

"Terkait tawuran tadi, Polsek Abepura sudah ke TKP untuk mengamankan kedua belah pihak," ujar Kompol Paulus dalam saat di konfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (20/8/2026).

 

Guna mencegah bentrokan susulan di jalan, kepolisian menerapkan strategi pemulangan secara bertahap.

 

Pihak kepolisian memulangkan siswa SMKN 3 Jayapura terlebih dahulu, sementara siswa SMA YPPK Taruna Dharma ditahan sementara di lokasi aman sebelum akhirnya diizinkan pulang.

 

Berdasarkan informasi awal di lapangan, bentrokan diduga dipicu oleh aksi pemalakan yang dialami salah satu siswa SMKN 3 Jayapura oleh oknum siswa SMA YPPK Taruna Dharma sehari sebelumnya. 

 

Korban yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian tersebut hingga memicu aksi balasan. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

 

"Untuk penyebab tawuran masih kami dalami," tambah Paulus.

 

Pihak Polsek Abepura juga mengimbau manajemen kedua sekolah untuk memberikan sanksi tegas kepada para siswa yang terbukti terlibat dalam aksi anarkis ini karena telah mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.

 

Situasi di kawasan Kotaraja kini dipastikan telah kondusif dan arus lalu lintas kembali normal setelah penanganan bersama dilakukan oleh kepolisian dan dewan guru dari kedua pihak sekolah. (*)

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com kota jayapura tawuran