BGN: Dugaan Keracunan MBG di SMAN 5 Jayapura Dipicu Air yang Terkontaminasi Bakteri E. coli

Elfira Halifa • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:49 WIB
Aktivitas di SMAN 5 Jayapura, Jumat (31/7/2026). BGN menyebut hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan usai menyantap menu MBG berasal dari air yang terkontaminasi bakteri E. coli. (CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)
Aktivitas di SMAN 5 Jayapura, Jumat (31/7/2026). BGN menyebut hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan usai menyantap menu MBG berasal dari air yang terkontaminasi bakteri E. coli. (CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami siswa dan guru usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 5 Jayapura.

Hasil pemeriksaan menunjukkan penyebab insiden tersebut diduga berasal dari air yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli).

Koordinator Regional BGN Provinsi Papua, Rama Irjayanto Putra Sukoco Borotian, mengatakan hasil uji laboratorium membantah berbagai dugaan yang sebelumnya berkembang, mulai dari kualitas lauk ayam, sayuran hingga proses distribusi makanan.

"Kalau kejadian di SMA 5, setelah hasil laboratorium keluar ternyata penyebabnya adalah air yang mengandung E. coli," kata Rama kepada Cenderawasih Pos, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, hasil laboratorium menunjukkan makanan yang disajikan bukan menjadi sumber utama gangguan kesehatan para penerima manfaat.

"Spekulasi bahwa penyebabnya karena ayam, sayurnya, atau proses pengantarannya terlalu lama ternyata terbantahkan. Hasil uji laboratorium menunjukkan penyebabnya adalah air yang mengandung E. coli," ujarnya.

Rama menjelaskan, begitu menerima laporan adanya dugaan keracunan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) bersama yayasan penyelenggara dan mitra pelaksana langsung bergerak memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan.

Seluruh korban, kata dia, mendapat penanganan medis hingga kondisi mereka membaik dan diperbolehkan pulang.

"KSPPG bersama yayasan dan mitra langsung mengunjungi penerima manfaat yang diduga menjadi korban, memberikan pengobatan hingga seluruhnya sembuh dan kembali ke rumah," jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 120 orang yang terdiri atas 109 siswa dan 11 guru SMAN 5 Jayapura diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Insiden itu terjadi pada Selasa (28/7/2026), sehari setelah makanan dibagikan.

Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan para siswa yang mengalami keluhan berasal dari kelas X hingga XII.

Mereka mengeluhkan sakit perut yang mulai dirasakan pada Selasa pagi setelah menyantap menu MBG pada Senin (27/7/2026) siang.

"Mereka makan hari Senin siang, kemudian mulai sakit perut pada Selasa pagi," kata salah seorang siswa.

Sebagai langkah antisipasi, pelaksanaan Program MBG di SMAN 5 Jayapura untuk sementara dihentikan sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.

Meski demikian, para siswa mengaku kejadian tersebut merupakan yang pertama kali mereka alami sejak program MBG berjalan di sekolah.

"Selama ini kami makan MBG tidak pernah keracunan atau sakit. Baru kali ini terjadi," kata seorang siswa. (*)

Editor : Elfira Halifa
kota jayaoura papua Ceposonline.com Makan Bergizi Gratis (MBG)