CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Dalam upaya menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak usia dini, Sekolah Anak Hebat Papua (AHP) resmi memperkenalkan program unggulan terbarunya yang bertajuk OCEAN (Ocean, Conservation, Education, and Nature).
Peluncuran sekaligus pengenalan program ini dikemas dalam agenda Diskusi Kolaborasi Program OCEAN yang digelar di kawasan edukasi Bakau AHP, Holtekamp, Jayapura, pada, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran perwakilan pemerintah daerah, berbagai instansi terkait, serta insan pers lokal Papua, termasuk Cendrawasih Pos. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong pendidikan berbasis lingkungan hidup di Tanah Papua.
Ketua Yayasan Syalom Center Papua lembaga yang menaungi Sekolah Anak Hebat Papua Felda Lukas, S.E., M.A., menjelaskan bahwa Program OCEAN hadir sebagai jawaban atas pentingnya membekali generasi muda Papua dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem lokal.
Menurutnya, kekayaan alam Papua yang melimpah harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga dan melestarikannya.
"Di sekolah, kami menerapkan tema khusus melalui Program OCEAN. Kami ingin anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya dengan mengajak mereka menyanyikan yel-yel tematik tentang laut dan alam. Melalui metode ini, pesan-pesan konservasi lebih mudah diterima, dicintai, dan diingat oleh anak-anak," ungkap Felda di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, pembentukan karakter peduli lingkungan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dibiasakan sejak dini melalui rutinitas dan kurikulum sekolah yang aplikatif.
Diskusi Kolaborasi ini bukan sekadar perkenalan program, melainkan ajang untuk membangun sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat luas.
Melalui pilar Ocean, Conservation, Education, and Nature, Sekolah AHP memfokuskan pendidikannya pada ranah krusial lingkungan hidup Papua yang meliputi: Mengedukasi murid tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai, terumbu karang, serta biota laut Papua.
Mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah plastik agar tidak mencemari muara. Mengenalkan fungsi vital hutan hujan Papua sebagai paru-paru dunia dan benteng keanekaragaman hayati. Serta membiasakan gaya hidup ramah lingkungan, mulai dari memilah sampah hingga gerakan penanaman pohon.
Kehadiran jajaran pemerintah dan media seperti Cenderawasih Pos diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan edukasi ini kepada masyarakat umum. Pihak yayasan berharap, aksi nyata yang dimulai dari ruang-ruang kelas Sekolah Anak Hebat Papua ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di Papua.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah dan rekan-rekan media yang berkenan hadir untuk meliput kegiatan ini. Publikasi yang masif sangat penting agar semangat menjaga kelautan, sungai, kehutanan, dan lingkungan Papua ini tidak berhenti di sekolah kami saja, tetapi menjadi gerakan kolektif seluruh masyarakat Papua," tutup Felda.
Disaat yang sama Kepala DKP Provinsi Papua, Ir. Iman Djuniawal, M.Si., menyampaikan bahwa program yang menyasar anak-anak usia dini seperti ini merupakan langkah strategis dan sangat krusial bagi masa depan ekosistem bahari Papua.
"Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Sekolah Anak Hebat Papua. Mengenalkan dan menanamkan cinta kelautan serta konservasi sejak dini adalah investasi jangka panjang. Anak-anak inilah yang kelak menjadi benteng pertahanan dalam menjaga kekayaan bahari dan pesisir Papua," ungkap Iman Djuniawal dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kolaborasi edukasi seperti Program OCEAN agar dampak positifnya dapat dirasakan lebih luas. (*)
Editor : Weny Firmansyah