Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Gelar Konferensi Cabang ke-9, WKRI DPC Gembala Baik Abepura Siap Susun Program Strategis dan Pilih Pengurus Baru

Jimianus Karlodi • Rabu, 1 Juli 2026 | 13:51 WIB
WKRI DPD Keuskupan Jayapura saat mengelar Konfercab DPC Gembala Baik Abepura, di Green Abe Hotel Sabtu (26/6). (CEPOSONLINE.COM/JIMMI)
WKRI DPD Keuskupan Jayapura saat mengelar Konfercab DPC Gembala Baik Abepura, di Green Abe Hotel Sabtu (26/6). (CEPOSONLINE.COM/JIMMI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gembala Baik Abepura sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX (9). Sebagai cabang tertua di wilayah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Keuskupan Jayapura, momentum ini menjadi forum tertinggi tingkat cabang untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menentukan arah gerak organisasi ke depan.

Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Jayapura, Rini Sesilia Kelanit Moa, menjelaskan bahwa Konfercab kali ini berfokus pada tiga agenda strategis utama. Pertama, penerimaan dan pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus untuk masa bakti 2022–2026. Kedua, penyusunan program kerja baru untuk masa bakti 2026–2029. Ketiga, pemilihan pimpinan baru yang akan nakhodai DPC Gembala Baik Abepura untuk periode tiga tahun ke depan.

"Proses konferensi ini menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan dan partisipatif. Setiap agenda dirancang untuk memastikan kesinambungan dan peningkatan kualitas kepemimpinan," ujarnya.

Rini menjelaskan dalam penyusunan program kerja masa bakti 2026–2029, WKRI DPC Gembala Baik Abepura berkomitmen penuh untuk menjabarkan visi dan misi organisasi ke dalam program nyata di setiap bidang. Secara khusus, program kerja ke depan akan mengacu pada empat tema prioritas nasional hasil Kongres ke-23.

Ungkapnya, program prioritas nasional tersebut nantinya tidak langsung ditelan mentah-mentah, melainkan diadaptasi dan diselaraskan kembali dengan hasil Konferensi Daerah (Konferda) serta kebutuhan riil masyarakat lokal di tingkat DPC.

Lebih lanjut, Rini menekankan bahwa kunci keberhasilan organisasi ke depan bukan terletak pada muluk-muluknya program, melainkan pada eksekusi dan dampaknya. Kolaborasi aktif dari seluruh anggota dari awal perumusan hingga pelaksanaan mutlak diperlukan.

Organisasi berharap program-program yang lahir dari Konfercab ke-9 ini dikemas secara sederhana, namun mampu memberikan manfaat yang konkret dan berdampak langsung, baik bagi pengembangan kapasitas anggota, kemajuan gereja, maupun kesejahteraan masyarakat luas di sekitar wilayah DPC Gembala Baik Abepura.

Sementara itu, Ketua DPC Gembala Baik Abepura, Lidwina Renyaan (lama), menyatakan bahwa momentum ini menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2023–2026 sekaligus menjadi ruang regenerasi organisasi melalui pemilihan pengurus baru untuk periode 2026–2029.

"​Sesuai arahan Ketua DPD, fokus utama dalam transisi ini adalah penyusunan program kerja jangka menengah yang melibatkan peran aktif seluruh anggota demi menjawab tantangan organisasi ke depan," ujarnya.

Karena itu, ia katakan melalui kepengurusan yang baru, diharapkan muncul semangat inovasi dan komitmen kuat untuk membawa perbaikan performa serta kemajuan yang lebih signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

​Melalui kolaborasi tersebut, program kerja yang dirancang pasca-Konfercab diharapkan tetap aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi anggota, gereja, serta masyarakat luas.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Konfercab ke-IX WKRI Abepura, Karolina Daha menjelaskan bahwa ​dari lini pelaksana, Panitia Konfercab ke-9 memaparkan bahwa agenda pemilihan ketua baru akan berlangsung melalui proses seleksi yang ketat dan demokratis sesuai aturan organisasi.

Jelasnya, berdasarkan hasil rekrutmen dari 10 ranting yang ada, muncul tiga (3) nama yang terpilih sebagai bakal calon resmi yang siap bertarung.

​Mekanisme pemilihan jelas Karolina, dikawal langsung oleh tim pencalonan yang dibentuk khusus untuk menyusun teknis pemilihan, dilanjutkan dengan sidang pleno, hingga tahap pemungutan suara yang hak pilihnya akan diwakili oleh para utusan dari masing-masing ranting.

​Mengenai persiapan teknis, panitia mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan sejak bulan April lalu melalui pembagian tugas per seksi yang jelas. Meski menghadapi tantangan logistik dan keterbatasan fasilitas karena lokasi acara yang bertempat di hotel, panitia memastikan seluruh rangkaian pembukaan berjalan dengan lancar.

"Panitia berharap seluruh sidang lanjutan dapat terus berjalan kondusif, sukses, dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis demi kredibilitas organisasi ke depan," ucap Karolina sebelum pemilihan ketua terpilih.

Adapun Konferensi Cabang ke-9 WKRI DPC Gembala Baik Abepura yang berlangsung dengan kondusif sukses melahirkan nakhoda baru untuk periode tiga tahun ke depan.

Dalam proses pemilihan yang demokratis, Karolina Dahay resmi terpilih sebagai Ketua DPC WKRI Gembala Baik Abepura masa bakti 2026–2029. Ia akan menjalankan roda kepemimpinan organisasi bersama Judyta Manullang yang terpilih sebagai Wakil Ketua.

Sebelumnya, panitia pelaksana mencatat ada tiga bakal calon yang dijaring secara transparan dari 10 ranting, sebelum akhirnya forum utusan ranting memberikan suara sahnya pada sidang pleno pemilihan. Kendati dihadapkan pada tantangan logistik lokasi acara, seluruh rangkaian sidang pasca-pembukaan berjalan lancar dan penuh kedewasaan berorganisasi.

Di bawah kepemimpinan Karolina Dahay, kepengurusan baru DPC Gembala Baik Abepura mengemban misi besar untuk menyusun dan mengeksekusi program kerja jangka menengah.

Dalam keterangannya, ketua DPC WKRI Gembala Baik, Abepura menyampaikan bahwa, sesuai arahan Ketua DPD dan penyelarasan hasil Kongres ke-23, fokus gerakan WKRI di cabang tertua wilayah Keuskupan Jayapura ini akan bertumpu pada empat isu nasional.

"Pertama, kami akan berfokus pada empat program nasional diantaranya; Pendidikan perempuan dan anak dalam pusaran kemiskinan. Kedua, Pemberdayaan perempuan lokal. Ketiga, Kesetaraan gender dan melek teknologi informasi (IT). Terakhir, Aksi nyata pelestarian lingkungan hidup," sebutnya.

Merespon terkait dengan itu, Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Jayapura, Rini Sesilia Kelanit Moa, berharap, duet kepemimpinan Ibu Karolina dan Ibu Judyta mampu membawa semangat inovasi dan melakukan perbaikan kinerja yang signifikan.

Keterlibatan aktif seluruh anggota di tingkat ranting kini dinantikan agar program-program strategis yang telah disepakati dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh anggota, gereja, dan masyarakat luas. (jim)

Editor : Lucky Ireeuw
#wkri #Ceposonline.com