CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi kampus menuju perguruan tinggi unggulan melalui penguatan akreditasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembukaan program pascasarjana pada tahun 2027.
Hal itu disampaikan Rektor USTJ, Rusdianto Abu usai pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) yang membahas program strategis lima tahun ke depan bersama jajaran wakil rektor, pimpinan lembaga, dan para dekan, Sabtu (2/5/2026).
Rusdianto Abu menyampaikan, selama dua hari pelaksanaan Raker, seluruh unsur pimpinan telah menyusun berbagai program prioritas yang nantinya akan dibawa dalam rapat kerja bersama Yayasan Bhineka Tunggal Ika di Jakarta.
Salah satu fokus utama USTJ adalah peningkatan akreditasi institusi maupun program studi.
Menurutnya, kualitas akreditasi menjadi fondasi penting untuk mendorong daya saing kampus di tingkat nasional maupun global.
“Fokus utama kami adalah meningkatkan akreditasi kampus dan fakultas. Ini penting untuk mendukung target besar USTJ ke depan, termasuk pembukaan program pascasarjana pada tahun 2027,”tegasnya.
Ia menjelaskan, di usia USTJ yang kini telah memasuki 37 tahun, sudah saatnya kampus swasta tertua yang fokus pada bidang sains dan teknologi di Papua itu memiliki program magister (S2).
Beberapa program pascasarjana yang tengah dipersiapkan antara lain Teknik Mesin, Teknik Sipil, Akuntansi, Sastra Inggris, Ilmu Pemerintahan, hingga Hukum Internasional.
Selain pengembangan akademik, USTJ juga menargetkan lahirnya tiga guru besar dalam tahun ini, masing-masing dari bidang Teknik Mesin, Perencanaan Wilayah, dan Akuntansi.
Menurutnya, kehadiran guru besar akan menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan reputasi kampus sekaligus menarik minat mahasiswa baru, baik dari Papua maupun luar Papua.
"Jadi, dalam tahun ini kita juga akan kirimkan beberapa Doktor ke Amerika. langkah ini sebagai bagian dalam peningkatan SDM tenaga pengajar di USTJ,"tuturnya.
Tak hanya itu, USTJ juga berencana memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah di seluruh Tanah Papua guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua.
Ia menegaskan, USTJ siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM unggul tanpa harus mengirim mahasiswa keluar Papua.
“Papua sekarang sudah dimekarkan menjadi lima provinsi. Saya berharap pemerintah daerah cukup mengirim anak-anak Papua ke USTJ, karena tenaga pendidik dan sumber daya di sini sudah memadai,” katanya.
Pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah dapat membuka peluang kerja sama pendidikan yang lebih luas, terutama bagi lulusan SMA maupun aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pembukaan kelas khusus melalui skema Recognition of Prior Learning (RPL) atau rekognisi pembelajaran lampau.
Program ini memungkinkan peserta dengan pengalaman kerja maupun pendidikan sebelumnya untuk melanjutkan studi dengan masa tempuh yang lebih singkat.
Melalui program tersebut, lulusan SMA maupun diploma (D3) berpeluang menyelesaikan studi dan memperoleh ijazah dalam waktu sekitar dua tahun, sesuai dengan pengakuan capaian pembelajaran yang dimiliki.
Dalam mendukung pengembangan akademik, USTJ juga tengah menyiapkan kerja sama internasional dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), termasuk program double degree untuk meningkatkan kualitas lulusan.
"Saya juga tengah menyiapkan program kerja sama internasional melalui skema double degree dan joint degree bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM),"terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala BPKAD Provinsi Papua ini.
Adapun langkah ini menjadi bagian dari strategi USTJ untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Papua.
Bagi Rusdianto Abu bahwa, kerja sama dengan UKM memiliki nilai strategis karena dirinya juga pernah menempuh pendidikan doktoral (PhD) di kampus tersebut, sehingga diharapkan hubungan kelembagaan antara kedua universitas dapat terjalin lebih kuat.
Menurutnya, banyak hal yang akan dibahas bersama UKM, mulai dari penguatan kurikulum, pertukaran akademik, hingga program gelar ganda yang memberikan kesempatan mahasiswa USTJ memperoleh pengakuan akademik dari dua perguruan tinggi sekaligus.
“Saya berharap UKM bisa lebih dekat dengan USTJ. Banyak program yang bisa kita bangun bersama, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Papua,”jelasnya.
Selain bidang akademik, USTJ juga menyiapkan berbagai program kemahasiswaan dan pengabdian masyarakat, seperti expo kewirausahaan, lomba karya tulis ilmiah, hingga pelaksanaan Rektor Cup sebagai ajang pencarian bakat olahraga mahasiswa di Papua.
Program Rektor Cup direncanakan menjadi agenda tahunan yang melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Jayapura, sekaligus menjadi wadah menjaring atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
"Dengan berbagai program strategis tersebut, saya sangat optimistis USTJ dapat mempercepat transformasi menuju kampus unggul, inovatif, dan berdaya saing global berbasis kolaborasi di Tanah Papua hingga tahun 2035,"tutup Rusdianto Abu. (*).
Editor : Yohanes Palen