Transformasi RSJ Abepura! Tak Hanya Kejiwaan, Layanan Lebih Inklusif dengan 8 Dokter Spesialis

Agung Trihandono • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:12 WIB
Direktur RSJ Abepura dr. Edyson ML Gaol
(CEPOSONLINE.COM/Jimianus Karlodi) 
Direktur RSJ Abepura dr. Edyson ML Gaol (CEPOSONLINE.COM/Jimianus Karlodi) 

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura  berkomitmen untuk mengikis stigma negatif terhadap rumah sakit jiwa. Rumah sakit yang dulu fokus menangani masalah gangguan kejiwaan, kini berkembang melayani berbagai penyakit umum lainnya. 

Direktur RSJ Abepura, dr. Edyson ML Gaol mengungkapkan bahwa  pengembangan pelayanan  dengan membuka fasilitas kesehatan umum ini sudah berjalan terhitung mulai 1 Agustus 2026. 

Transformasi layanan ini mengubah orientasi pelayanan rumah sakit menjadi lebih inklusif. Saat ini, porsi penanganan medis di RSJ Abepura terbagi secara terukur untuk fasilitas kejiwaan dan medis umum.
  
"Iya, bersifat umum. Dalam arti kita bisa menangani penyakit dalam, bedah, fisioterapi, kan sudah bersifat umum itu. Jadi kita fokus sekarang jiwa 60%, 40% di luar jiwa," kata dr. Edyson, Rabu (9/9).
  
Untuk mendukung operasional layanan umum tersebut, pihak manajemen RSJ Abepura telah merekrut puluhan tenaga medis profesional. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani berbagai keluhan penyakit non-jiwa.

Perekrutan jajaran dokter spesialis ini terealisasi berkat alokasi dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Papua. Meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, alokasi khusus tetap dikucurkan untuk pengembangan operasional RSJ Abepura.

"Nah, yang penting bagi kita itu kita sudah kontrak dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, dokter spesialis rehabilitasi medis, dokter spesialis neurologi, dokter spesialis anak, dokter spesialis patologi klinik. Kita sudah kontrak 8 dokter spesialis, 6 dokter umum, kita sudah kontrak semua," ujar dr. Edyson.

Meski demikian pihak RS mengaku bersyukur walaupun terdampak efisiensi, Gubernur Papua selaku kepala daerah tetap memberikan anggaran untuk RSJ Abepura mengontrak dokter spesialis tersebut selama kurang lebih setahun dengan menghabiskan anggaran kurang lebih  sekitar 1,6 sampai 1,8 miliar dan hampir 100% anggaran itu gunakan semua.
 
Selain penyediaan dokter spesialis dan umum, manajemen rumah sakit juga membenahi sarana penunjang seperti instalasi air, kelistrikan, hingga integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Program perluasan layanan ini secara resmi mulai dioperasikan secara penuh pada awal Agustus lalu.

"Ini 1 Agustus 2026 sudah kita jalankan. Walaupun sudah dikasih anggarannya untuk setahun, tapi baru 1 Agustus kita mulai pekerjaan ini. Dan itu yang kita taruh komitmen sama dokter spesialis supaya segera 1 tahun dia bekerja," jelas dr. Edyson. (*)

Editor : Agung Trihandono
papua rumah sakit jiwa Ceposonline.com