Mata Perih Saat Kabut Asap Karhutla? Jangan Langsung Dikucek, Ini Cara Mengatasinya

Elfira Halifa • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:44 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengganggu pernapasan. Paparan asap, debu, dan partikel polutan di udara juga dapat membuat mata mengalami iritasi.

Keluhan seperti mata merah, gatal, berair hingga terasa perih bisa muncul ketika mata terlalu lama terpapar kabut asap.

Risiko tersebut semakin tinggi bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

Dilansir dari JawaPos, Kamis (3/9/2026). Saat mata terasa gatal atau perih, menguceknya mungkin menjadi reaksi spontan. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat memperparah iritasi.

Partikel debu atau benda asing yang menempel di permukaan mata dapat menggores mata ketika digosok. Selain itu, tangan yang tidak bersih juga berpotensi membawa kotoran dan kuman ke mata.

Karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi mata perih akibat paparan asap karhutla.

1.    Jangan Dikucek
Langkah pertama adalah menahan keinginan untuk mengucek mata. Jika debu, asap, atau zat iritan masuk ke mata, menggosoknya dengan tangan justru dapat memperburuk kondisi.

Benda asing yang menempel pada permukaan mata juga dapat menyebabkan goresan apabila mata digosok terlalu kuat.

2.    Kompres dengan Air Dingin
Mata yang mengalami iritasi dapat dikompres menggunakan kain bersih dan dingin selama sekitar 10 hingga 15 menit.

Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa perih, gatal, kemerahan dan pembengkakan pada mata.

3.    Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Ketika mata mulai terasa perih, gatal atau lelah, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan. Beristirahatlah di tempat dengan kualitas udara yang lebih baik untuk mengurangi paparan asap.

Langkah tersebut juga penting dilakukan selama kabut asap masih pekat dan kualitas udara belum membaik.

4.    Gunakan Obat Tetes Mata dengan Tepat
Air mata secara alami membantu menjaga kelembapan mata sekaligus membersihkan debu dan partikel yang masuk.

Jika diperlukan, obat tetes mata tertentu dapat digunakan untuk membantu mengatasi mata kering dan iritasi. Namun, penggunaan obat tetes mata yang mengandung antihistamin sebaiknya mengikuti anjuran dokter atau tenaga kesehatan.

Masyarakat juga perlu menghindari penggunaan obat mata secara sembarangan, terutama jika keluhan tidak kunjung membaik.

5.    Gunakan Kacamata Pelindung
Kacamata pelindung dapat menjadi salah satu cara mengurangi paparan langsung asap, debu dan partikel polutan terhadap mata.

Perlindungan tersebut terutama penting bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi kabut asap.

Jika mata mengalami iritasi yang semakin berat, berlangsung terus-menerus, terasa sangat nyeri, atau disertai gangguan penglihatan, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis. (*)

Editor : Elfira Halifa
asap karhutla