Pembangunan konstruksi fisik Pasar Arso, Kampung Yowong dengan sumber dana, APBN 2018 yang sudah mencapai 80 persen.( FOTO : Noel/Cepos)
KEEROM- Kepala Kampung Yowong, Anselmus Tafor mengatakan bahwa hingga saat ini masyarakat tidak mengetahui pembangunam Pasar Arso di Kampung Yowong. Bahkan, selaku kepala kampung saja, dirinya juga tidak diberitahu soal pembangunan pasar. Pihaknya khawatir, pembangunan ini akan menimbulkan tuntutan dari masyarakat adat pemilik hak ulayat.
"Kami masyarakat tidak tau tentang pembangunan di pasar ini," kata Tafor di kantornya, di Kampung Yowong, Rabu, (16/1).
Menurutnya, seharusnya pemerintah berkoordinasi dengan masyarakat setempat selaku pemilik wilayah, sebelum dibangun pasar. Selain itu, juga melihat apakah penempatan pasar ini akan berdampak atau tidak karena letaknya jauh dari pemukiman masyarakat. "Pasar ini akan berdampak bagi masyarakat atau tidak ini harus diketahui sebelum pasar ini dibangun" katanya.
Jika benar pasarnya akan beroperasi, maka pemerintah harus bisa membangun terminal transit sehingga arus perputaran ekonomi bisa berjalan di pasar tersebut. "Harus ada terminal transit sehingga pasarnya bisa hidup," katanya,
Dari pantauan Cenderawasih Pos, pasar yang dibangun Dinas Perindagkop ini berdampingan dengan pos tentara di dekat perbatasan Keerom dan Kota Jayapura. Dari papan kontrak tertulis pekerjaan tersebut dimulai sejak 14 September 2018, dengan pekerjaan jasa konstruksi fisik pembangunan Pasar Arso, Kampung Yowong dengan sumber dana, APBN 2018 yang dikerjakan oleh PT, Vercito Pratiwi Sentosa dengan jangka waktu kerja 100 hari. (oel/tri)
Editor : Administrator