Bupati Keerom akan Buka 260 Formasi ASN Baru, Tegaskan Seleksi Bebas Pungli

Erianto Pasae • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 08:42 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP saat memimpin apel pagi di halaman kantor bupati Keerom, Senin (28/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKAB KEEROM).
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP saat memimpin apel pagi di halaman kantor bupati Keerom, Senin (28/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKAB KEEROM).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom kembali berencana membuka penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru sebanyak 260 formasi pada November mendatang.

Seleksi ini diprioritaskan khusus bagi anak-anak daerah Keerom dan dipastikan tidak dipungut biaya alias gratis.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Keerom pada Senin (28/9/2026).

Bupati Gusbager meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Keerom untuk segera melakukan persiapan teknis terkait pembukaan formasi tersebut.

"Saya perintahkan BKPSDM segera siapkan. Khusus anak-anak Keerom, tidak dari luar. Di saat kabupaten lain tidak membuka penerimaan, Bupati Keerom buka ASN pada November besok," ungkap Bupati Gusbager.

Bupati dua periode itu mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya, Pemkab Keerom telah mengangkat hampir 3.000 ASN. Ia menegaskan seluruh proses pengangkatan dan seleksi pegawai di wilayahnya dijalankan secara transparan tanpa ada pungutan liar (pungli).

"Bertahun-tahun lamanya pengangkatan pegawai itu ada pungutan di sana-sini, pungutan liar di mana-mana. Namun, sepanjang saya memimpin di Keerom, biayanya Rp0 rupiah. Boleh dicek," tegasnya.

Meski pemerintah daerah telah berulang kali menyampaikan bahwa proses seleksi tidak dipungut biaya, Piter menyayangkan masih adanya warga yang menjadi korban penipuan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa warga dilaporkan tetap menyerahkan uang kepada pihak tertentu agar bisa lolos seleksi, namun pada akhirnya tetap dinyatakan tidak lulus.

"Saya heran, sudah dibilang Rp0 rupiah, tapi orang masih percaya kasih uang ke orang lain. Pada formasi 1.000 yang terakhir kemarin, ada yang bayar lalu tidak lulus, akhirnya datang menyalahkan Bupati," ujarnya.

Alumnus The University of Melbourne Australia itu mengatakan praktik tersebut terjadi karena sebagian masyarakat masih terpengaruh oleh kebiasaan lama dan lebih percaya pada oknum dibanding pernyataan resmi Bupati Keerom.

Ia mengimbau seluruh masyarakat Keerom agar tidak lagi mempercayai pihak manapun yang menjanjikan kelulusan ASN dengan imbalan uang.

Bupati Gusbager memastikan bahwa Pemkab Keerom berkomitmen menjaga integritas seleksi ASN agar berjalan adil dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme. (*).

Editor : Agung Trihandono
ASN Ceposonline.com KEEROM Piter Gusbager