CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom dan para tokoh agama Kabupaten Keerom melakukan rapat koordinasi (Rakor) terkait pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan di Negeri Tapal Batas.
Rakor yang berlangsung di Aula Kesbangpol Keerom pada Selasa (15/9/2026) ini bertujuan untuk memetakan dan mencegah potensi gangguan kerukunan umat beragama di Kabupaten Keerom.
Wakil Bupati Keerom, Daud, menyampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Keerom dalam kondisi kondusif dan bersih dari aliran keagamaan yang menyimpang.
Meski demikian, ia meminta seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada.
Dalam arahannya, Daud menyoroti dua potensi persoalan utama yang kerap memicu konflik keagamaan di tengah masyarakat, yaitu:
Pertama, munculnya kelompok yang secara akidah dan aturan dasar agama terbukti menyimpang. Kedua, metode dakwah yang provokatif. Ajaran yang secara syariat dan fikih sudah benar, namun disampaikan dengan cara atau metode dakwah yang salah.
"Sekali lagi, secara ajaran benar, cuma metode dakwah yang salah, akhirnya agama lain akan tersinggung. Bahkan, tokoh-tokoh dari agamanya sendiri yang nasionalis dan taat konstitusi juga bisa merasa tersakiti. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama," ungkap Daud.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terbangun erat antara Pemkab, Kejaksaan, Kementerian Agama, Kesbangpol, dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Keerom.
Menurutnya, kekompakan ini menjadi kunci utama agar setiap bibit permasalahan dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Jayapura, Royal Sitohang, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan agenda rutin dari tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem).
Senada dengan Wakil Bupati, Royal memastikan bahwa pihaknya belum menemukan adanya aliran menyimpang dari agama maupun kepercayaan yang diakui oleh negara di Kabupaten Keerom.
Sebagai langkah tindak lanjut pengawasan, Royal menyebut pihaknya akan memperkuat sistem pertukaran informasi di lapangan.
"Tentu nanti dari hasil ini, tim Pakem akan membuat suatu grup komunikasi khusus. Tujuannya untuk menampung dengan cepat informasi-informasi apa saja yang beredar di lapangan terkait isu aliran kepercayaan ini," pungkas Royal. (*).
Editor : Abdel Gamel Naser