OPD Diminta Percepat Penyerapan Anggaran

Erianto Pasae • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:54 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom, Linus Pasarang saat memberikan keterangan kepada Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (10/9). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom, Linus Pasarang saat memberikan keterangan kepada Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (10/9). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO) 

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom mempercepat proses penyerapan anggaran daerah yang saat ini baru mencapai angka 45 persen.

Sebagai langkah percepatan, Wakil Bupati Keerom, Daud, dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom, Linus Pasarang, bersama Inspektur memanggil enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola anggaran bernilai besar.

Plt Sekda Linus Pasarang menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan karena waktu pelaksanaan program kerja sudah memasuki triwulan ketiga. Pemkab Keerom menetapkan target agar penyerapan anggaran dapat melampaui 60 persen pada akhir bulan September ini dan selesai sepenuhnya pada bulan November.

“Hari ini kami bersama Wakil Bupati dan Inspektur mengundang enam OPD di Pemkab Keerom. Kami membahas bagaimana agar penyerapan anggaran ini betul-betul dikejar di bulan September ini, karena waktu sudah masuk di triwulan ketiga,” ungkap Pasarang kepada Cenderawasih Pos, Kamis (10/9).

“Kami mengejar agar penyerapan anggaran ini bisa tercapai di bulan November nanti,” sambung Linus.

Mengenai angka serapan yang masih berada di bawah 50 persen, Pasarang menyebutkan bahwa fokus utama pemantauan ditujukan pada pelaksanaan kegiatan fisik. 

Pemanggilan keenam OPD tersebut secara khusus bertujuan untuk mengetahui secara langsung kendala teknis yang dihadapi dalam proses pengerjaan proyek.

“Penyerapan di OPD-OPD ini memang masih rendah, masih 45 persen. Oleh karena itu kami targetkan untuk di bulan September ini kalau bisa lebih dari 60 persen,” katanya.

“Itu sebabnya kami panggil OPD-OPD yang punya anggaran besar supaya bisa selesai, khususnya di kegiatan-kegiatan fisik. Ini yang harus kami pantau dan berikan solusi ketika ada kendala,” tutupnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
OPD keerom Piter Gusbager