CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Universitas Diponegoro (Undip) kembali menerjunkan tim mahasiswa dan dosen dalam program Ekspedisi Patriot 2026 di Kabupaten Keerom.
Ekspedisi Patriot merupakan program kerjasama Undip dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi, membangun pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi di Negeri Tapal Batas.
Melalui program tersebut, Undip akan mendampingi masyarakat sekaligus mengimplementasikan hasil riset guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berbasis potensi lokal.
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP, melalui Wakil Bupati Drs. Daud, M.Si., mengatakan kehadiran tim Ekspedisi Patriot merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Keerom.
“Kami menyambut baik program strategis Kementerian Transmigrasi. Ini sebagai bentuk nyata kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi,” ungkap Wabup Daud saat membacakan sambutan Bupati Gusbager di GOR Girgura Kensuwri, Arso, Sabtu (1/8/2026).
Kata Wabup Daud, Kabupaten Keerom memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, perkebunan, sumber daya alam, serta kekayaan sosial budaya masyarakat.
Oleh karena itu, ia berharap kehadiran tim Ekspedisi Patriot Undip dapat menjadi bagian penting dalam menggali potensi daerah, memberikan inovasi, serta menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemkab Keerom berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dari semua pihak. Untuk itu, kami mengajak seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat Kabupaten Keerom untuk memberikan dukungan penuh kepada tim Ekspedisi Patriot Undip agar rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” pungkasnya.
Kemudian PIC Tim Ekspedisi Patriot Undip, Prof. Dr. Ing. Wiwindari Handayani, ST., MT., MPS., mengatakan bahwa mereka akan berada di Kabupaten Keerom selama 4 bulan dengan jumlah 120 anggota yang dibagi dalam 20 tim.
“Program ini memang tim Undip, tetapi yang dari Undip-nya ada 79 orang dan 21 orangnya dari berbagai universitas di Indonesia. Namun, ketua timnya yang 20 orang itu semua dari berbagai fakultas dari Undip juga,” ungkapnya.
Wiwindari memastikan bahwa ini mereka tak lagi melakukan kajian dan penelitian, tapi bagaimana mengembangkan program tahun lalu dengan menguji kelayakan, efektivitas, dan potensi masalah suatu program sebelum diterapkan secara luas.
“Kegiatan yang lebih konkret terkait dengan beberapa hal. Misalnya infrastruktur, pengairan dan kebun pertanian, kemudian eh pendidikan, kesehatan, gizi, penanganan kebencanaan,” ujarnya.
Ia berharap selama 4 bulan mereka tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga mendorong pengembangan potensi daerah. Misalnya pengembangan pemasaran produk pertanian, peningkatan produktivitas pertanian dan sektor lainnya.
Ia juga memastikan bahwa 120 personil ini tidak hanya berfokus di Distrik Senggi dan Yaffi namun di seluruh daerah transmigrasi di Kabupaten Keerom.
“Sebenarnya kalau untuk intervensi itu bisa jadi di seluruh kawasan transmigrasi, ini hanya penempatannya di dua distrik,” pungkasnya. (*).
Editor : Agung Trihandono