CEPOSONLINE.COM, SENTANI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir merupakan asap kiriman dari wilayah utara Papua Nugini dan Merauke, Papua Selatan.
Observer dan Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Sentani, Afrisal Ferdiansyah, mengatakan pergerakan asap tersebut dipengaruhi angin akibat gangguan atmosfer di wilayah utara Papua yang terjadi pada 3–11 Oktober 2026.
Menurutnya, kabut asap tidak hanya mengganggu kondisi udara di wilayah Jayapura, tetapi juga memengaruhi jarak pandang di sejumlah daerah, termasuk Papua Selatan, Wamena, hingga kawasan Bandara Sentani.
“Kami dapat memastikan bahwa kabut yang menyelimuti Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan sekitarnya merupakan kabut asap kiriman dari Merauke dan Papua New Guinea,” jelasnya, Selasa (13/10/2026).
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat disarankan menggunakan masker saat berada di luar ruangan, menghindari aktivitas pembakaran, baik di area terbuka maupun kawasan hutan, serta mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat.
Afrisal juga meminta masyarakat untuk rutin memantau informasi dan perkembangan cuaca yang disampaikan BMKG. Selain itu, warga yang melihat titik api atau kebakaran hutan dan lahan diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser