Aksi Demo KNPB Ikut Mengganggu Aktivitas Ekonomi di Pos 7 Sentani

Priyadi Cepos Online • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:35 WIB
Sejumlah pertokoan di Jalan Raya Sentani–Abepura, tepatnya di sekitar Pos 7 Sentani, memilih menutup sementara saat aksi demo KNPB Wilayah Sentani Sabtu (15/8/2026). Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas warga dan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)
Sejumlah pertokoan di Jalan Raya Sentani–Abepura, tepatnya di sekitar Pos 7 Sentani, memilih menutup sementara saat aksi demo KNPB Wilayah Sentani Sabtu (15/8/2026). Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas warga dan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)

CEPOSONLINE.COM, SENTANI – Aksi demonstrasi yang dilakukan KNPB Wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, sempat menimbulkan ketegangan di kawasan Jalan Masuk Pos 7, Sentani, Sabtu (15/8/2026). 


Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga ikut mengganggu kegiatan ekonomi para pelaku usaha di sekitar lokasi.


Sejumlah pemilik toko dan usaha memilih menutup sementara tempat usahanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung.


Rockim, salah satu penjual minuman dingin di sekitar jalan masuk Pos 7, mengatakan cukup banyak tempat usaha yang tutup karena situasi di sekitar lokasi aksi.


“Ya, cukup banyak tempat usaha yang tutup di sekitar Jalan Pos 7 karena ada aksi demo. Kami memilih berhati-hati untuk menjaga keamanan,” katanya.


Menurut Rockim, aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan tersebut biasanya turut memengaruhi aktivitas warga. Masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah karena khawatir terhadap kondisi keamanan.


“Kalau ada demo, masyarakat yang keluar rumah juga berkurang. Dampaknya tentu terasa bagi pedagang karena pembeli ikut sepi,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Edi, pemilik warung makan di kawasan Jalan Masuk Pos 7. Ia mengaku memilih tidak berjualan ketika aksi berlangsung karena khawatir terhadap keamanan dan kondisi lingkungan.


Selain itu, jumlah pelanggan juga menurun sehingga membuka usaha dalam situasi seperti itu dinilai tidak efektif.


“Kami sebagai pelaku usaha berharap jangan terus-terusan ada aksi demo. Kalau kondisi seperti ini, kami tidak ada pemasukan, sementara biaya sewa tempat dan gaji karyawan tetap harus dibayar,” katanya.


Ia menambahkan, kondisi keamanan sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Ketika situasi tidak kondusif, warga cenderung memilih berada di rumah sehingga usaha kecil seperti warung makan, pedagang minuman dan pertokoan ikut terdampak.


Para pelaku usaha berharap kondisi keamanan di Kabupaten Jayapura tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan roda perekonomian terus berjalan.


“Kami ingin masyarakat dan pelaku usaha sama-sama merasa aman. Kalau keamanan dan ketertiban terjaga, masyarakat bisa beraktivitas dan ekonomi juga tetap berjalan,” pungkasnya.


Hal senada juga dikatakan Ahmad penjual sayur keliling di wilayah Pos 7 Sentani, ia mengaku adanya aksi demo barang jualan mereka masih banyak yang tidak terjual, karena masyarakat takut keluar rumah, sehingga sampai siang barang jualan yang di bawa masih banyak yang belum berkurang dan belum kembali modal.(*)

Editor : Weny Firmansyah
sentani Kabupaten Jayapura KNPB