Situasi Sempat Memanas di Pos 7 Sentani, Kapolres Ingatkan Anggota Hindari Tindakan Berbahaya

Rohana Wenggi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:46 WIB
Masa KNPB saat melakukan negosiasi dengan pihak Kepolisian, yang terlihat memblokade masa agar tidak turun ke jalan, Sabtu (15/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ROHANA WENGGI)
Masa KNPB saat melakukan negosiasi dengan pihak Kepolisian, yang terlihat memblokade masa agar tidak turun ke jalan, Sabtu (15/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ROHANA WENGGI)

CEPOSONLINE.COM, SENTANI - Situasi sempat memanas saat massa KNPB berkumpul di kawasan Jalan Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (15/8/2026).

 

Massa yang berjumlah ratusan orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok usia, menyampaikan kekecewaan setelah aksi yang mereka rencanakan tidak dapat dilanjutkan karena diblokade oleh aparat gabungan.

 

Ketegangan terjadi ketika aparat kepolisian berupaya mendorong massa untuk mundur dari lokasi.

 

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, yang berada langsung di lokasi mengingatkan anggotanya agar tetap mengedepankan keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

 

“Saya ingatkan anggota agar tidak melempar massa dengan batu, jangan lepas tembakan,” kata Dionisius saat memantau langsung proses negosiasi dengan pihak KNPB, Sabtu (15/8/2026).

 

Ia meminta seluruh personel yang bertugas tetap mengendalikan diri selama proses pengamanan dan mengutamakan langkah-langkah persuasif dalam menghadapi massa.

 

Untuk mengamankan sejumlah titik aksi di wilayah Kabupaten Jayapura, sekitar 750 personel gabungan dikerahkan.

 

Personel tersebut terdiri dari aparat Polres Jayapura, Lanud, Kodim, Yonif TP 810/BEM, Brimob Polda Papua dan Satpol PP.

 

Pengamanan dilakukan di sekitar 10 titik yang menjadi lokasi rencana aksi. Di kawasan Jalan Pos 7 Sentani, aparat juga mengerahkan dua unit water cannon untuk membatasi pergerakan massa.

 

Situasi di lokasi terus dipantau aparat sambil proses negosiasi dilakukan untuk mencegah terjadinya eskalasi dan menjaga keamanan masyarakat di sekitar lokasi.(*)

Editor : Agung Trihandono
demonstrasi KNPB