CEPOSONLINE.COM, SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Papua serta Bank Papua meluncurkan Program Kolaborasi Sahabat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Program ini menyasar 100 anak berisiko stunting di Kabupaten Jayapura yang akan mendapat pendampingan selama enam bulan.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengapresiasi dukungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN serta Bank Papua yang terus berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura.
“Kami Pemerintah Kabupaten Jayapura sangat berterima kasih kepada kementerian, dalam hal ini BKKBN, dan juga Bank Papua yang terus menghadirkan program-program luar biasa. Ini mengingatkan kita bahwa masih ada persoalan yang harus diselesaikan bersama, baik di Papua secara umum maupun di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Menurut Yunus, penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan, tetapi harus menjadi tanggung jawab seluruh pihak melalui kolaborasi lintas sektor.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menerapkan pola orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting.
Setiap pejabat daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala OPD, hingga kepala distrik, akan menjadi orang tua asuh bagi satu anak yang mengalami stunting.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, mengatakan Program GENTING merupakan salah satu program prioritas kementerian yang mengedepankan kolaborasi berbagai pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Program ini melibatkan perusahaan, BUMN, perbankan, maupun pemerintah daerah melalui dukungan CSR dan partisipasi sukarela. Kami mengapresiasi komitmen Bupati Jayapura yang sangat serius membangun kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Pada 2026, Program Sahabat GENTING dilaksanakan di tiga daerah di Papua, yakni Kabupaten Jayapura, Kabupaten Nabire, dan Kabupaten Merauke. Di Kabupaten Jayapura, program menyasar 100 anak berisiko stunting yang akan menerima bantuan setiap bulan selama enam bulan.
“Bantuan yang diberikan berupa beras, telur, dan susu. Hari ini baru lima keluarga yang menerima secara simbolis, sedangkan sisanya akan disalurkan secara bertahap setiap bulan. Kami berharap bantuan ini benar-benar dikonsumsi oleh anak sasaran sehingga berat badannya terus meningkat,” jelas Sarles.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura selama program berlangsung.
Di tempat yang sama, Pemimpin Departemen Humas dan CSR Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, Frankie Nahumury, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan kerja sama Bank Papua dengan BKKBN Provinsi Papua yang telah berjalan sejak tahun 2025.
“Program ini adalah bentuk kolaborasi Pemerintah, Bank Papua bersama BKKBN Provinsi Papua. Tahun lalu kami telah melaksanakan program serupa dan Bank Papua bahkan menerima penghargaan dari Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan BKKBN Sebagai penyelenggara GENTING KOLABORASI SUMMIT TAHUN 2025 dengan Predikat GOLD,” katanya.
Menurut Frankie, melalui semangat Satu Hati Membangun Tanah Papua, Bank Papua berkomitmen mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan, baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat.(*)
Editor : Weny Firmansyah