Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru, Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua Bagi Tugas Atasi Banjir

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:55 WIB
Wakil Wali Kota Jayapura bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua saat meninjau pintu keluar alur sungai menuju Teluk Youtefa, Rabu (7/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/JIMI).
Wakil Wali Kota Jayapura bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua saat meninjau pintu keluar alur sungai menuju Teluk Youtefa, Rabu (7/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/JIMI).

CEPOSONLINE.COM, ​JAYAPURA - Guna mengantisipasi ancaman bencana banjir dan kemacetan lalu lintas menjelang lonjakan curah hujan musim akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Balai Wilayah Sungai (BWS) menggelar aksi mitigasi terpadu lintas sektor.

Langkah mitigasi terpadu ini mencakup pengerukan sungai, pembenahan talud, hingga penataan dan kajian peninggian badan jalan menjelang periode curah hujan tinggi saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

​Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat memantau langsung situasi di lapangan di pintu keluar alur sungai menuju Teluk Youtefa, Rabu (7/10/2026).

Peninjauan tersebut kata Rustan difokuskan pada titik-titik lokasi rawan banjir dan kemacetan, mulai dari kawasan Pasar Youtefa hingga pintu keluar alur sungai menuju Teluk Youtefa.

Kepada Cenderawasih Pos, Wakil Walikota Jayapura itu mengatakan, langkah antisipasi dini ini dipandang sangat mendesak, mengingat prediksi munculnya cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi mulai Oktober, November, Desember, hingga Januari 2027. 

Guna mengoptimalkan efektivitas kerja di lapangan, Rustan sampaikan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua dan Pemkot Jayapura bersama Balai Wilayah Sungai hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Papua secara resmi telah membagi wilayah operasional penanganan.

​"Untuk wilayah Kali Siborgony segmen atas mulai dari arah STM hingga kawasan perumahan kepolisian di Furia penanganan teknis ditangani sepenuhnya oleh Pemprov Papua. Pemprov Papua bertugas membenahi sejumlah area yang mengalami longsor serta memasang trash rack atau alat penyaring sampah," beber Rustan.

Lanjutnya menjelaskan, pemasangan penyaring sampah itu dilakukan bertujuan mencegah limbah kayu, pohon kelapa, maupun pohon pisang hanyut ke laut dan menyumbat area box culvert depan Boss Carver. 

"Pengalaman bulan lalu menunjukkan bahwasanya penyumbatan material pohon pada pilar tengah box culvert sempat menyebabkan air di kawasan PYCH naik drastis saat hujan turun," tambahnya mengenang kejadian sebelumnya.

​Sementara itu, untuk Kali Siborgony dari segmen bawah menuju muara Teluk Youtefa ditangani secara kolaboratif oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jayapura bersama Balai Wilayah Sungai. Adapun untuk Kali Acai, penanganannya menjadi tanggung jawab penuh PU Kota Jayapura. 

Selain itu, Pemkot Jayapura juga memegang kendali penanganan di alur Kali Entrop 1, 2, dan 3 yang berada di sekitar area Polsek Jayapura Selatan, Distrik Jayapura Selatan, hingga Kelurahan Entrop. 

Namun, untuk kawasan Kali Entrop Induk yang mengalir menuju Muara Teluk, pengerjaannya diselesaikan bersama oleh Pemprov Papua dan BWS. Di sisi lain, penanganan alur Kali Anafre menjadi tanggung jawab murni dan mutlak Pemprov Papua.

"​Mengenai jadwal pelaksanaan di lapangan, pekerjaan pengerukan sedimen sungai serta pembuatan talud ditargetkan mulai berjalan pada akhir Oktober ini hingga rampung sebelum momen Natal dan Tahun Baru tiba," ungkap Rustan.

Menurutnya pembagian tugas yang terstruktur yang dilakukan pihaknya diharapkan mampu meminimalisir risiko banjir di seluruh wilayah Kota Jayapura.

Sedangkan untuk proyek fisik peninggian dan pembenahan badan jalan, pengerjaannya saat ini masih dalam tahap kajian teknis dan ditargetkan akan dianggarkan pada tahun 2027 mendatang apabila hasil studi dinyatakan memungkinkan. (*)

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com cuaca ekstrem kota jayapura nataru