CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura telah menyiapkan lahan persawahan seluas 100 hektar di wilayah Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Sementara itu lahan seluas 100 hektar tersebut kini sedang digarap dan dalam waktu dekat sudah dimulai tanam padi perdana guna mendukung ketahanan pangan di Provinsi Papua.
Adapun Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo bersama Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen meninjau langsung dilokasi persawahan yang ada di Koya Timur, Sabtu (14/2/2026).
Kehadiran mereka demi memastikan kesiapan lahan untuk pelaksanaan tanam padi perdana yang rencananya akan berlangsung pada 19 Februari 2026 mendatang.
Wali Kota Abisai Rollo mengatakan, dirinya bersama Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen datang meninjau langsung untuk melihat kesiapan lokasi persawahan ini.
“Jadi, ada 100 hektar lahan persawahan yang kita siapkan di Koya untuk produksi padi,"ucap Abisai Rollo.
Kata Abisai, Pemerintah Provinsi Papua mendapat alokasi seluas 30.000 hektar dari pemerintah pusat untuk pengembangan lahan persawahan.
Dari total tersebut, Kota Jayapura menjadi salah satu lokasi prioritas pengembangan lebih khusus di wilayah Koya, Distrik Muara Tami.
“Target secara keseluruhan 30.000 hektar di Provinsi Papua. Untuk Kota Jayapura, kita mulai dari 100 hektar di Koya dulu,"beber pria yang biasa disapa ABR ini.
Lanjut ABR bahwa, jika ini berhasil maka kedepannya bisa dikembangkan lagi kedaeeah lainnya di Kota Jayapura.
Namun ia berharap lahan yang ada agar bisa dikelola secara maksimal oleh para petani yang ada.
ABR juga membuka ruang bagi para petani yang memiliki lahan potensial agar melaporkannya ke Dinas Pertanian Kota maupun Provinsi Papua, sehingga pengelolaan lahan dapat dilakukan secara kolaboratif mendukung program swasembada pangan.
“Silakan laporkan ke Dinas Pertanian kota maupun provinsi agar kita bisa berkolaborasi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Jayapura berharap dukungan kementerian terkait, khususnya dalam penyediaan alat dan sarana pertanian, dapat memperlancar proses penanaman padi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, memberikan apresiasi kepada para petani yang mendukung program pemerintah dalam penguatan sektor pertanian.
“Kota Jayapura mendapat alokasi 100 hektar, dan ke depan melalui para petani dan penyuluh kita akan terus mengidentifikasi lahan-lahan baru agar target pemerintah pusat 30.000 hektar untuk Provinsi Papua dapat terpenuhi. Kuota itu ada, tetapi untuk penyimpanan lahan kita kembalikan ke para petani,”jelasnya.
Menurutnya, Distrik Muara Tami diproyeksikan menjadi lumbung pangan bagi Kota Jayapura dan Provinsi Papua, sekaligus menjadi bagian dari cadangan pangan nasional di wilayah timur Indonesia.
"Saya berharap program ini bisa berjalan sukses di Kota Jayapura, sehingga ketahanan pangan kita bagus dan tentunya program ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian,"tutup Aryoko Rumaropen. (*).
Editor : Abdel Gamel Naser