CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA — Dalam upaya melestarikan seni dan budaya khas Papua sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal, Pemerintah Kota Jayapura mengeluarkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh karyawan toko dan ritel modern di wilayahnya mengenakan atribut adat Papua saat bekerja.
Kebijakan ini diumumkan oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat menghadiri sekaligus meresmikan Saga Tanah Hitam Outlet ke-20 Saga Ritel Grup, Jumat (10/10/2025).
Menurut Rustan, atribut adat yang dimaksud meliputi topi mahkota berbahan bulu dan dihiasi manik-manik kerang kecil untuk laki-laki, serta tusuk konde kayu bagi perempuan yang dapat dikenakan di rambut atau jilbab.
“Kita ingin setiap karyawan toko dan ritel modern menunjukkan kebanggaan terhadap budaya lokal. Atribut adat Papua menjadi simbol penghormatan dan bentuk nyata melestarikan karya seni masyarakat Port Numbay,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini juga sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga dan merawat karakter budaya lokal di tengah modernisasi dunia usaha.
“Dengan memakai atribut adat, berarti kita menghargai karya lokal dan menghadirkan suasana pelayanan yang lebih bernuansa Papua di tempat usaha,” kata Rustan.
Selain berdampak sosial budaya, kebijakan ini juga diharapkan memberikan efek ekonomi positif bagi masyarakat adat, terutama mama-mama Papua yang memproduksi aksesoris dan souvenir khas seperti topi mahkota, tusuk konde, serta hiasan tradisional lainnya.
“Kalau setiap toko dan ritel wajib memiliki atribut ini, maka otomatis akan ada permintaan besar. Pemerintah dan pelaku usaha bisa langsung membeli dari pembuat lokal, terutama mama-mama Papua. Jadi bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga membantu meningkatkan pendapatan mereka,” jelasnya.
Rustan berharap seluruh pelaku usaha di Kota Jayapura dapat mendukung dan menindaklanjuti kebijakan ini mulai tahun 2026. Dengan demikian, kegiatan ekonomi dan aktivitas belanja masyarakat di ritel modern dapat sekaligus menjadi sarana memperkenalkan keindahan budaya Papua.
“Kami ingin setiap tempat usaha di Jayapura menjadi etalase kecil Papua — tempat masyarakat berbelanja sambil merasakan nuansa budaya lokal,” pungkasnya.(*)
Editor : Agung Trihandono