CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap maraknya penyalahgunaan ganja di kalangan anak muda di Kota Jayapura.
Menurutnya, kondisi ini telah merusak masa depan generasi muda Papua dan menjadi ancaman serius bagi pembangunan daerah.
"Peredaran ganja di Kota Jayapura ini memang menjadi ancaman serius bagi generasi muda kita,"ucap Abisai Rollo.
Kata Abisai Rollo, pada giatnya Turun Kampung (Turkam) masalah ganja ini memang menjadi atensi khusus dari masyarakat Kampung yang mereka sampaikan pada saat dialog.
Untuk itu Pemerintah Kota Jayapura tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, BNN, serta tokoh masyarakat untuk menanggulangi peredaran dan penggunaan narkotika, khususnya ganja.
“Saya sangat sedih dan prihatin. Banyak anak-anak kita rusak karena ganja. Mereka kehilangan masa depan, padahal mereka adalah harapan kita. Ini harus kita hentikan bersama-sama,”ujar pria yang biasa disapa ABR ini.
Ia menjelaskan, wilayah Papua, khususnya Jayapura, rawan menjadi jalur peredaran ganja karena letaknya yang strategis.
"Ganja ini juga sering masuk dari negara tetangga Papua Nugini lewat jalur tikus. Ini harus dihentikan dan aparat kepolisian diperbatasan ini harus lebih ketat lagi penjagaan setiap orang masuk,"tegasnya.
Namun pihaknya berharap aga adanya peran keluarga, sekolah, dan gereja sangat penting dalam memberikan edukasi dini tentang bahaya narkoba.
Pemerintah Kota Jayapura juga telah mendorong program sosialisasi terpadu di sekolah-sekolah dan komunitas, serta membuka layanan rehabilitasi bagi anak muda yang ingin lepas dari jerat narkoba.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Ini tugas kita semua sebagai orang tua, pemimpin, guru, dan tokoh agama. Kita harus rangkul mereka, bukan hanya hukum mereka,”jelasnya.
ABR menekankan pentingnya memberikan ruang dan kegiatan positif bagi anak-anak muda seperti pelatihan kerja, olahraga, seni, dan kegiatan rohani sebagai alternatif dari lingkungan yang rawan narkoba.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan peredaran ganja dan menyelamatkan generasi muda Papua dari kehancuran, jangan kita biarkan mereka terjerumus kehal-hal yang negatif yang justru merusak masa depan mereka," pungkas ABR. (*).
Editor : Agung Trihandono