Soal Masih Ada Penolakkan MBG dari Orang Tua Siswa, Ini Respon Wali Kota Jayapura

Yohanes Palen • Dipublikasikan Rabu, 10 September 2025 | 13:20 WIB

 

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat berdiskusi dengan Wakil Ketua BGN Papua, Fitriah dan Sekretaris Pendidikan Kota Jayapura. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat berdiskusi dengan Wakil Ketua BGN Papua, Fitriah dan Sekretaris Pendidikan Kota Jayapura. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jayapura kini sudah berjalan.

 

Bahkan hingga kini sudah ada 12 Dapur MBG yang kini sudah dibuka di wilayah Kota Jayapura dan telah mulai beroprasi.

 

Adapun 12 Dapur MBG tersebut telah melayani puluhan ribu siswa di Kota Jayapura mulai dari PAUD/TK, SD, SMP/MTS, SMK,SMA/MA hingga ibu hamil di Posyandu.

 

Sayangnya dalam pelaksanaanya pemberian MBG tersebut ternyata masih ada orang tua siswa yang menolak untuk anak-anaknya menerima MBG yang merupakan program nasional ini.

 

Atas persolan tersebut kini mendapatkan respon dari Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.

 

Menurut Abisai Rollo bahwa, Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional yang harus sukses di daerah.

 

Adapun Pemerintah Kota Jayapura memastikan pelaksanaan MBG di Kota Jayapura harus sukses dan terlaksana dengan baik tanpa ada penolakkan dari orang tua siswa.

 

"Ini program Nasional dan saya pastikan program ini sangat baik untuk pemenuhan gizi bagi siswa dan ibu hamil,"ucap Abisai Rollo.

 

Abisai Rollo mengatakan, pihaknya pada Selasa (9/9/2025) kemarin telah melakukan rapat kordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG.

 

Rapat kordinasi tersebut dalam rangka memastikan percepatan MBG di Kota Jayapura termasuk kesiapan jumlah Dapur MBG yang sudah beroprasi selama ini.

 

"Dari datanya dimana sudah ada 12 dapur MBG yang beropasi di Kota Jayapura dan telah melayani ribuan siswa dan ibu-ibu hamil disejumlah posyandu,"ujar pria yang biasa disapa ABR ini.

 

Hanya saja kata ABR bahwa, dalam pelayanan MBG ini dimana ada orang tua siswa yang tidak menerima atau menolak anaknya menerima MBG.

 

"Tidak semua sekolah hanya mungkin satu atau dua orang tua siswa saja untuk anaknya tidak menerima MBG,"pintanya.

 

Atas hal ini ABR menyarankan kepada BGN dan Dapur MBG agar bisa merekrut anak-anak Papua untuk berkerja di Dapur MBG dan sebagai tenaga pengantar di sekolah-sekolah dan ibu-ibu hamil di Posyandu.

 

Kemudian ia juga berharap agar BGN dan Dapur MBG perlu sosialisasi dengan baik terkait MBG ini.

 

"Mungkin ini beberapa orang tua siswa yang melarang anak-anaknya menerima MBG dan tidak semua. Saya pikir ini bukan suatu persoalan, tetapi ini hanya sosialisasi saja yang perlu terus menerus dilakukan,"tegasnya.

 

ABR juga menyarankan agar pelaksanaan MBG di Kota Jayapura dimana Dapur MBG dan BGN perlu melibatkan semua pihak terkait.

 

"Kepala Distrik, Lurah dan Kepala Kampung perlu terlibat langsung, sehingga mereka ini bisa turun membantu dilapangan melakukan sosialisasi MBG,"bebernya.

 

ABR kembali kepada orang tua siswa yang menolak tersebut, mungkin hanya mereka belum memahami baik terkait pemberian MBG ini.

 

Sebagai Wali Kota Jayapura saya juga bertanggung jawab soal MBG ini dan harus sukses di Kota Jayapura dan tidak boleh ada penolakkan.

 

"Saya sendiri akan turun ke sekolah-sekolah untuk berikan pemahaman kepada siswa dan orang tua sekaligus sosialisasi bahwa MBG ini penting untuk memberikan anak-anak makanan bergizi,"tutup ABR. (*).

Editor : Lucky Ireeuw
Walikota jayapura Ceposonline.com Mbg Abisai Rollo