CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura kini memulai melakukan pengembangan pariwisata di Kota Jayapura.
Adapun upaya pengembangan pariwisata tersebut sebagai upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam mengoptimalkan potensi pariwisata di Kota Jayapura yang selama ini belum tersentuh dan dikelola secara baik.
Sementara itu rencana pengembangan pariwisata tersebut akan mengarah ke Distrik Muara Tami.
Upaya ini bertujuan untuk menjadikan Muara Tami sebagai kawasan wisata unggulan, bahkan berpotensi menjadi kota baru.
Plt.Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury mengatakan, upaya pengembangan destinasi wisata di Kota Jayapura kini menjadi perhatian khusus dari Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo lebih khusus di Kampung-kampung.
"Ya, sementara kita lagi menyusun dokumen perencananya,"ucap Richard Nahumury saat ditemui Ceposonline.com, Selasa (29/7/2025) sore.
Kata Richard J. Nahumury bahwa, pengembangan destinasi wisata ini nantinya mengarah ke Distrik Muara Tami.
Kenapa demikian, karena di Distrik Muara Tami tersebut ada banyak potensi obyek wisata yang bagus, sehingga perlu dikelola secara baik.
Seperti pantai ABR Beach di Holtekam, Air Panas di Kampung Mosso dan pantai di Skouw Sae, Skouw Yambe dan Skouw Mabo.
"Untuk potensi wisata di 3 Kampung Skouw ini sementara kita lagi susun master plan untuk kita dorong di APBD Perubahan,"ujarnya.
Richard J. Nahumury menyampaikan, tidak menutupkan kemungkinan untuk kampung lain di Kota Jayapura dan sementara pihaknya masih lakukan pemetaan.
"Kami berencana akan berkerja sama dengan pihak DPRK juga, pasalnya untuk perencanaan dokumen itu tidak boleh dari dana Otsus, tetapi harus dari Dana Alokasi Umum (DAU),"terangnya.
Pihaknya juga akan berkerja sama dengan Pemerintah Kampung dalam pembuatan dokumen perencanaanya.
Richard Nahumury menjelaskan, perlu dibuatkan lebih dulu dokumen perencanannya, agar pengembangan destinasi wisata ini terencana dengan baik.
Sehingga nanti ada pembagian tugas kerja, misalnya nanti Dinas Pariwisata bangun apa, Dinas PU, Disperindagkop untuk UMKM juga Dinas Perhubungan.
Demikian juga Pemerintah Kampung akan kolaborasi juga, sehingga dana Kampung yang mereka terima setiap tahunnya bisa dianggarkan untuk pembangunan pariwisata di wilayahnya masing-masing.
"Jadi, pengembangan pariwisata ini dalam mendukung visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dan ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang sudah dibuat masyarakat adat dengan Wali Kota,"terangnya.
Richard Nahumury menambahkan, jika Pantai Palong Holtekam juga akan dikembangkan dan sudah ada master plannya.
"Pantai Skouw memang dikenal memiliki ombak yang bagus untuk berselancar, pantai ini bahkan pernah menjadi lokasi ekshibisi selancar ombak pada PON Papua,"kata Richard Nahumury.
Pihaknya juga akan mendorong agar ada surfing center di daerah Muara Tami, sehingga wisatawan yang datang berkunjung ke Jayapura tidak hanya ke Pantai Baseg dan Pantai Hamadi saja.
"Nanti dalam perencanaan kita akan mengundang pihak-pihak terkait termasuk masyarakat adat setempat,"jelasnya.
Perlunya melibatkan masyarakat adat, sehingga pada saat pembangunan kawasan wisata ini nanti ada juga perjanjian terkait persentase pembagian hasilnya dengan Pemerintah.
"Dokumen sementara kami siap dan selanjutnya kita akan laporkan kepada bapak Wali Kota. Rencananya di APBD Perubahan kita ada usulkan untuk pembangunan home stay rumah segitiga di Pasir 2 dan pengadaan banana boat,"tutup Richard Nahumury. (*).
Editor : Abdel Gamel Naser