Ditutup Lemon Nipis, Warga Kampung Kayu Batu Antar Kepulangan Wali Kota Jayapura

Yohanes Palen • Dipublikasikan Senin, 23 Juni 2025 | 15:44 WIB

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo bersama istrinya saat diantar ratusan masyarakat Kayu Batu ke dermaga usai penutupan Turkam di Kampung Kayu Batu, Minggu (23/6/2025) malam. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo bersama istrinya saat diantar ratusan masyarakat Kayu Batu ke dermaga usai penutupan Turkam di Kampung Kayu Batu, Minggu (23/6/2025) malam. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Hal menarik terjadi saat penutupan Turkam Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo di Kampung Kayu Batu, Minggu (22/6/2025) malam.

Sebelum berpisah dengan masyarakat, Wali Kota Jayapura bersama istri tercintanya sempat menari lemon nipis bersama masyarakat.

Namun saat hendak pulang, ratusan masyarakat Kampung Kayu Batu, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa dan pihak adat mengantar Wali Kota Jayapura hingga ke dermaga kampung.

Adapun Turkam Wali Kota Jayapura di Kampung Kayu Batu telah berakhir, selama tiga hari ini menginap bersama masyarakat setempat.

"Terima kasih kepada masyarakat Kampung Kayu Batu, mereka luar biasa menyambut saya di Kampung ini," ungkap Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.

Kata Abisai Rollo bahwa, perjalanan Turkamnya sangat panjang. Kampung Kayu Batu menjadi Kampung ke-8 yang ia sudah kunjungi.

"Turkam ini adalah janji politik saya semasa kampanye, sehingga  harus ditepati," ujar politisi Golkar ini.

Menurut Abisai Rollo, kehidupan masyarakat di Kampung Kayu Batu tidak berbeda jauh dengan Kampung yang lainnya.

Mereka masih banyak membutuhkan sentuhan dari Pemerintah Kota Jayapura secara berkelanjutan.

Ia melihat banyak hal yang harus dibenahi dan diperbaiki. Mulai dari sistem Pemerintahan Kampung yang harus sejalan dengan tiga tungku.

Selain itu pembangunan infrastuktur Kampung yang masih perlu dibenahi, mulai dari jalan hingga perumahan warga untuk mendapatkan rumah layak huni.

"Ada banyak aspirasi dan keluhan warga pada saat dialog, itu semua sudah tercatat baik melalui tim asistensi untuk selanjutnya dibedahi secara bersama OPD yang ada dalam membuat program dan kegiatan mereka kedepan," bebernya.

Abisai Rollo menyampaikan, Kampung Kayu Batu merupakan kampung yang unik karena salah satu kampung adat.

Hanya saja secara infrastuktur masih banyak yang perlu dibenahi. Iapun berharap agar Pemerintah Kampung mengunakan anggaran yang ada fokus membangun Kampung Kayu Batu.

"Anggaran Kampung harus dipakai bangun Kampung jangan bangun Kampung yang lainnya karena itu nanti jadi masalah. Kalau masih kurang nanti Pemerintah Kota Jayapura bantu," tegas pria yang biasa di sapa ABR ini.

ABR tak mau 10 Kampung adat di Kota Jayapura tertinggal dari proses pembangunan di Kota Jayapura.

Untuk itu selama 5 tahun ke depan, ia akan fokus membangun Kota Jayapura ini dimulai dari Kampung.

"Infrastuktur jalan masuk Kampung Kayu Batu ini harus kita benahi, begitu juga jalan papan yang ada dalam Kampung harus diperbaiki lagi, saya lihat banyak yang rusak termakan usia," ujarnya.

Lanjut ABR bahwa membangun Kota Jayapura harus dimulai dari Kampung, kalau ini berjalan baik maka kesejahteraan masyarakat di Kampung pasti terjamin.

"Jangan biarkan masyarakat di 10 Kampung adat ini jadi korban dari pembangunan, mereka harus saya perhatikan secara serius, sehingga Turkam ini bagian dari upaya saya menjaring aspirasi dari bawah," pungkas ABR. (*).

Editor : Agung Trihandono
Turkam Kampung Kayu Batu Ceposonline.com Abisai Rollo