CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jayawijaya, Abdul Sakir, membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya guna mendorong transformasi pelayanan haji dan umrah berbasis data terintegrasi.
Langkah ini diawali lewat rangkaian silaturahmi, termasuk menemui Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Tinggal Wusono, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut berfokus pada tindak lanjut kebijakan nasional mengenai digitalisasi layanan jemaah haji.
Salah satu poin utamanya adalah integrasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) milik pemerintah daerah dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) milik Kementerian Haji dan Umrah.
Skema penyeimbangan data ini memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta data biometrik untuk validasi identitas calon jemaah.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan akurasi data, menjaga hak jemaah, dan menjamin keadilan dalam tata kelola antrean haji di daerah.
Selain validasi identitas, pembahasan lintas instansi itu mencakup penyeragaman tarif pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji serta pembagian peran pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Abdul Sakir menegaskan, penguatan koordinasi dan keakuratan data merupakan fondasi utama pembenahan tata kelola penyelenggaraan haji.
“Pembenahan pelayanan haji harus ditopang oleh data yang akurat, koordinasi yang kuat, dan komitmen bersama. Kami berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat validasi data jemaah serta memastikan pelayanan berjalan lebih tertib, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat,” ujar Abdul Sakir melalui sambungan telepon, Selasa (13/10/2026).
Dalam pertemuannya dengan Plt. Sekda Jayawijaya, Sakir turut menyerahkan plakat Kemenhaj sebagai penanda komitmen kolaborasi antarinstansi.
Melalui kemitraan ini, Kemenhaj Jayawijaya menargetkan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di wilayahnya menjadi lebih profesional, transparan, dan memberikan kemudahan penuh bagi calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
(*)
Editor : Abdel Gamel Naser