CEPOSONLINE.COM,WAMENA-Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP) menilai persoalan keamanan di Provinsi Papua Pegunungan perlu ditangani secara serius dari dalam daerah sebelum berbicara mengenai penanganan di luar.
Anggota KEPP OKP, John Wempi Wetipo menilai semua orang tidak menginginkan terjadi kekacauawan atau gangguan keamanan. Namun menginginkan situasi yang aman, dan damai, sehingga bisa membangun peradaban yang baik.
"Beberapa tahun belakangan ini, saya lihat banyak konflik. Bukan hanya di Jayawijaya, tapi juga merata di tujuh kabupaten se-Papua Pegunungan, saat ini dari masalah ke masalah tidak pernah kita tuntas selesaikan,"ungkapnya saat ditemui di Wamena, Kamis (17/9/2026).
Ia mengatakan, dalam undang-undang sudah sudah jelas bahwa penanggung jawab keamanan di daerah itu bukan aparat keamanan dalam hal ini kepolisian dan TNI, tapi ada di kepala daerah dalam hal ini bupati, wali kota, gubernur.
Apalagi dengan dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB, maka semestinya gubernur pimpin barisan jika ada konflik.
"Saya berharap gubernur bisa panggil para bupati untuk mengendalikan situasi, karena apapun alasannya gubernur adalah perpanjangan tangan dari pemerintah pusat yang ada di daerah,"kata mantan Bupati Jayawijaya 2 periode ini.
Mantan Wamen PUPR RI mengaku kalau sekarang ada kejadian katakanlah di Jayawijaya, Yahukimo, Pegubin, Nduga dan seterusnya, inikan menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Papua pegunungan.
Semestinya Gubernur menjembatani ini termasuk dengan hasil diskusi dengan teman-teman di KEPP OKP memfasilitasi untuk melakukan proses pertemuan untuk mencarikan jalan keluar.
"Jangan sampai masyarakat banyak yang jadi korban, kita datangkan aparat banyak belum tentu bisa menjamin masyarakat itu aman, kami berharap paling tidak Pemprov Papeg harus bergandengan tangan dengan Pemkab yang ada di bawah bisa mampu untuk mengurangi masalah ini," kata Wempi Wetipo
Manten Wamendagri RI, menilai jika rentetan kejadian yang terjadi dalam waktu dekat ini belum dilupakan masyarakat, lalu terjadi lagi kejadian perang suku yang terjadi di Wamena dan berlanjut lagi dengan kejadian penembakan di Muliama serta yang baru penembakan di jalan Wamena Habema
"Saya sangat menyayangkan tidak ada sebuah narasi yang menyejukkan hati dari seorang pemimpin kepada warga masyarakat yang yang dipimpinnya, semestinyakan ada, untuk warga yang ada di Kabupaten Jayawijaya mari kita sikapi ini dengan cara yang dingin,"beber Wetipo.
Begitu juga pemerintah bisa memerintahkan kepada kepala distrik kepala kepala kampung untuk menjaga kampung segala macam ini kan paling tidak wadah media-media yang ada bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan narasi yang baik dan bisa menenangkan keluarga korban apalagi kondisi ekonominya itu susah.
"Jadi bagaimana seorang pemimpin itu mampu untuk memberikan kepastian hukum kepada warganya. saya berharap jangan kita pura-pura tidak tahu, jangan pura-pura bodoh, jangan pura-pura tidak dengarkan. Tapi membuka diri untuk kita melihat masalah ini," tutupnya John Wempi Wetipo. (*)
Editor : Elfira Halifa