Koops TNI Habema Pastikan Kejar Pelaku Penembakan 3 Pegawai Dinas Pertanian Kab. Jayawijaya 

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 05:24 WIB
Kapen Koops TNI Habema Letkol Infanteri Wirya Arthadiguna. (Koops TNI Habema)
Kapen Koops TNI Habema Letkol Infanteri Wirya Arthadiguna. (Koops TNI Habema)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Menindaklanjuti penembakan yang menewaskan 3 orang pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya pada Rabu (9/9/2026), Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengerahkan personel untuk mengejar para pelaku.


Dilansir dari JawaPos.com, Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna menyatakan bahwa peristiwa itu menjadi atensi serius dari jajaran TNI. Mengingat para korban adalah warga sipil yang tengah bertugas memberikan pelayanan di Papua.


Menurut Wirya, pihaknya bersama aparat terkait sudah melaksanakan pengamanan wilayah, pendalaman kronologi, serta pengejaran terhadap para pelaku untuk memastikan proses penegakan hukum dapat berjalan sampai tuntas.


Kami prihatin atas kejadian yang menimpa 3 petugas pemerintah. Mereka hadir untuk melayani masyarakat dan seharusnya dapat menjalankan tugas dengan aman,” kata dia pada Sabtu (12/9/2026).


Wirya memastikan, Koops TNI Habema akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk mengejar para pelaku. Pihaknya juga menjamin keamanan masyarakat di Jayawijaya.


Seluruh langkah pengamanan, kata Wirya, dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional. Tentu saja sesuai dengan ketentuan hukum dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.


”Koops TNI Habema mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” imbuhnya.


Perwira menengah TNI AD dengan 2 kembang di pundak itu menekankan, keamanan sebagai ruang yang dibutuhkan oleh semua pihak untuk beraktivitas membangun Papua.


”Itulah kehidupan yang harus kita jaga bersama menuju Papua yang aman dan damai,” tegasnya.


Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa korban penembakan di Jayawijaya pada bukan intelijen tentara. Ketiga korban yang meninggal dunia merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
penembakan Jayawijaya