CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Usai prosesi perdamaian patah panah di Polres Jayawijaya pada Sabtu lalu, keluarga besar Wouma Kurima melaksanakan ritual lepas tali busur dengan tradisi bakar batu sebagai simbol berakhirnya konflik dan kepulangan massa ke wilayah masing-masing, Kamis (27/5/2026).
Ritual adat tersebut digelar sebagai tanda bahwa konflik yang terjadi pada 15 Mei 2026 telah dinyatakan berakhir dan tidak lagi berlanjut.
Kepala Suku Wouma Kurima Hamzah Lantipo menyatakan pemerintah mengeinisiaikan untuk menghadirkan kedua belah pihak ke halaman Polres Jayawijaya untuk perdamaian secara administrasi sudah dilakukan dan konflik berakhir.
“Pemerintah berikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan hasil kesepakatan kepada semua masyarakat kami dan hasilnya sudah disampaikan, selanjutnya kami melakukan ritual lepas tali busur dan setelah itu memulangkan seluruh massa yang ada di Wamena,” ucap Hamza, di Maplima Wamena
Seluruh massa dari wilayah Wouma Kurima telah dipulangkan sejak kemarin setelah konflik dinyatakan berakhir, sehingga mereka dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman.
Namun sebelum kepulangan, dilakukan ritual bakar batu dengan menggunakan sekitar 30 ekor babi sebagai bagian dari prosesi pelepasan tali busur panah, sebagai simbol agar masyarakat dapat kembali bertemu keluarga mereka.
“Kami pastikan massa dari Wouma Kurima yang datang sudah dipulangkan sejak kemarin hingga hari ini, karena kami sudah meyakinkan mereka jika tidak ada lagi konflik,” tutup Hamzah. (*)
Editor : Elfira Halifa